<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116027">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGGUNAAN HAK INTERPELASI TERHADAP PLT. GUBERNUR ACEH TAHUN 2020</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAKHRIJAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi  ini  berjudul  “iAnalisis  iPenggunaan  Hak  Interpelasi  Terhadap Plt.  Gubernur  Aceh  Tahun  2020”.  Berdasarkan  data  observasi  di  lapangan sebagaimana  adanya  dan  tertuju  pada  penggunaan  hak  interpelasi  yang dilakukan  pada  tahun  2020,  tujuan  dari  penelitian  ini  untuk  mengetahui  proses penggunaan hak interpelasi terhadap Plt. Gubernur pada tahun 2020, Teori yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  teori  lembaga  legislatif  dan  juga  konsep interpelasi,  penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif  yaitu  hasil penelitian  dideskripsikan  secara  konkret  sesuai  dengan  peristiwa  yang  terjadi pada  objek  penelitian.  Adapun  hasil  dari  penelitian  ini  berdasarkan  fakta-fakta bahwa  Dewan  Perwakilan  Rakyat  Aceh  menggunakan  hak  interpelasinya terhadap  beberapa  kebijakan  Plt.  Gubernur  Aceh  yang  dinilai  tidak  sesuai dengan  prosedur  yang  berlaku,  kemudian  kurangnya  komunikasi  dari  Plt. Gubernur Aceh terhadap DPRA, Plt. Gubernur Aceh dianggap melanggar aturan serta  kurangnya  tata  kelola  pemerintahan.  Atas  dasar  tersebut  DPRA menggunakan hak interpelasi guna mendapatkan penjelasan mengenai beberapa kebijakan  Plt.  Gubernur  Aceh.  Interpelasi  yang  dilaksanakan  DPRA  terhadap Plt.  Gubernur  Aceh  pada  tahun  2020  sudah  sesuai  dengan  tahapan  dan mekanisme.  Namun  dalam  proses  perjalanan  interpelasi  tidak  sampai  pada penggunaan  hak  angket,  interpelasi  yang  dilakukan  sudah  selesai  dan  sudah mendapatkan jawaban dari Plt. Gubernur Aceh.  &#13;
Kata Kunci: Interpelasi, Plt. Gubernur Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-24 15:25:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 14:53:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>