<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116015">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN SIKLON BERUNGGUN TETAP BOTTOM ASH SEBAGAI PENYERAP GAS BUANG DAN PEMISAH PARTIKEL SECARA SIMULTAN PADA PABRIK KELAPA SAWIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Novi Sylvia, ST, MT</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Teknik (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi baru terhadap pengelolaan emisi cerobong di industri kelapa sawit, dengan menghasilkan metode pemrosesan yang lebih efisien dan hemat biaya, sehingga meminimalkan emisi dan meningkatkan nilai guna dari limbah bottom ash. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa industri kelapa sawit Indonesia menjadi subjek yang kontroversi karna dampaknya terhadap lingkungan. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian dilaksanakan meliputi empat aspek yaitu analisis implementasi industri sawit berkelanjutan di Indonesia, karakterisasi limbah bottom ash sebagai adsorben CO2, kajian simulasi aplikasi integrasi bottom ash dalam siklon sebagai media penyisihan bahan partikulat halus, dan simulasi penyisihan CO2 dan bahan partikulat secara simultan di dalam siklon yang dilengkapi unggun bottom ash. Penelitian ini merupakan gabungan kajian eksperimental dan simulasi. Penelitian tahapan pertama merupakan kajian telaah literatur, sedangkan penelitian tahapan kedua merupakan kajian eksperimental.  Kajian eksperimental dilakukan pada kolom unggun tetap yang diisi bottom ash sebagai adsorben. Penelitian tahapan ketiga dan keempat merupakan kajian simulasi siklon yang terintegrasi dengan bottom ash yang diletakkan pada vortex finder. Penelitian tahapan ketiga mengkaji pengaruh bottom ash sebagai filter partikulat halus dengan diameter partikel lebih kecil dari 5 mikrometer. Penelitian tahapan ketiga dilakukan mengalirkan gas dan partikel halus pada siklon secara dinamika fluida komputasi (DFK) menggunakan perangkat lunak Ansys 2021 R1.  Adsorben bottom ash ditempatkan pada bagian vortex finder siklon yang tinggi unggunnya 0,310 m. Variasi kecepatan masuk 10; 15; 20; 25; 30 m/s.  Sedangkan tahapan keempat menganalisa siklon sebagai penyerap partikel halus sekaligus emisi CO2. Variasi unggun adsorben 0; 0,155; 0,310, dan 0,465 m dan variasi kecepatan masuk sama dengan tahapan ketiga. Hasil penelitian tahapan pertama menunjukkan bahwa masih banyak pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia yang belum tersertifikasi ISPO maupun RSPO. Hal ini berkaitan dengan dampak PKS terhadap lingkungan salah satunya berupa emisi. Hasil penelitian tahap kedua berkenaan dengan karakterisasi bottom ash menunjukkan bahwa  limbah padat PKS ini dapat dijadikan sebagai adsorben dan filter, ditinjau dari senyawa Si-O-Si yang terkandung di dalamnya. Efisiensi adsorpsi CO2 pada kondisi operasi ketinggian unggun 12 cm dengan laju alir 10 L/menit mencapai 70% dan kapasitas adsorpsi sebesar 0,350 mg/g. Penelitian tahapan ketiga mengidentifikasikan bottom ash mampu menyisihkan partikulat halus dengan ukuran diameter 0-5 mikrometer sebesar 98%. Pada Penelitian tahapan keempat yaitu pada tinggi unggun 0,465 m dan kecepatan masuk 30 m/s memiliki efisiensi pengumpulan partikel sebesar 92,61% dan penurunan tekanan 6500 Pa.  Efisiensi penyerapan CO2 tertinggi dicapai pada kecepatan masuk 10 m/s sebesar 99,618%. Penurunan tekanan terendah sebesar 141 Pa terjadi pada siklon tanpa adsorben dengan kecepatan masuk sebesar 10 m/s. Berdasarkan grafik linieritas, proses adsorpsi mengikuti isoterm Freundlich.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116015</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-23 15:34:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 12:21:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>