Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS/GALUR PADI SERTA PERUBAHAN KESUBURAN TANAH SAWAH BUKAAN BARU AKIBAT PENGGUNAAN PEMBENAH TANAH
Pengarang
Muhammad Iqbal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sabaruddin - 196806101993031002 - Dosen Pembimbing I
Lukman Hakim - 196005121986031004 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2005201010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroekoteknologi (S2) / PDDIKTI : 54111
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Agroekoteknologi., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang telah menjadi makanan pokok lebih dari separuh penduduk dunia. Indonesia adalah salah satu negara yang lebih dari 95% penduduknya bergantung pada beras sebagai sumber makanan pokok, akan tetapi produksi padi di Indonesia masih fluktuatif sehingga belum mampu mencukupi permintaan akan kebutuhan beras di dalam negeri. Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi padi melalui berbagai strategi, baik melalui upaya intensifikasi seperti penggunaan varietas unggul dan perbaikan sistem budidaya tanaman maupun melalui ekstensifikasi seperti perluasan areal tanam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas padi adalah melalui penggunaan varietas unggul baru dalam sistem budidaya dan menggunakan bahan-bahan yang tergolong sebagai bahan pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pembenah tanah dan varietas terhadap pertumbuhan padi untuk sawah bukaan baru. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Atong, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh dari bulan Juni sampai September 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 5 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas/galur dengan 5 taraf yaitu Inpari 42, C3, Tg Irbb 27, 15 E 1009, dan Koshihikari. Faktor kedua adalah pembenah tanah dengan 3 taraf yaitu pupuk kandang 20 ton ha-1, biochar 20 ton ha-1, dan kombinasi pupuk kandang dan biochar masing-masing 10 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas/galur berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, jumlah gabah permalai, jumlah gabah perumpun, persentase gabah berisi, berat gabah perumpun, berat 1000 butir, dan potensi hasil. Perlakuan terbaik dijumpai pada varietas/galur Tg Irbb 27. Perlakuan pembenah tanah berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah anakan 3, 4, dan 5 MST, jumlah gabah permalai, dan potensi hasil. Pembenah tanah terbaik dijumpai pada pembenah tanah kombinasi antara pupuk kandang dan biochar dengan potensi hasil 10 ton ha -1.
Rice (Oryza sativa L.) is a food crop that has become the staple food for more than half of the world's population. Indonesia is a country where more than 95% of the population depends on rice as a staple food source; however, rice production in Indonesia is still fluctuating, so it is not yet able to meet the demand for rice in the country. The Indonesian government is trying to increase rice production through various strategies, both through intensification efforts such as the use of superior varieties and improving plant cultivation systems and through extensification efforts such as expanding planting areas. One effort that can be made to increase rice productivity is through the use of new superior varieties in the cultivation system and using materials that are classified as soil improvers. This research aims to determine the effect of providing soil amendments and varieties on rice growth to open new rice fields. This research was carried out in Atong Village, Montasik District, Aceh Besar Regency, Aceh Province, from June to September 2021. The design used in this research was a randomized block design with a 5 x 3 factorial pattern with 3 replications. The first factor is varieties or lines with 5 levels, namely Inpari 42, C3, Tg Irbb 27, 15 E 1009, and Koshihikari. The second factor is soil amendment with three levels: manure (20 tons ha-1), biochar (20 tons ha-1), and a combination of manure and biochar (10 tons ha-1). The results of the research showed that the treatment of varieties and lines had a very significant effect on the parameters of plant height, number of tillers, number of productive tillers, flowering age, harvest age, panicle length, number of panicles, number of clusters of grain, percentage of full grain, weight of clusters of grain, weight of 1000 grain, and yield potential. The best treatment was found in the Tg Irbb 27 variety/line. The soil amendment treatment had a very significant effect on the parameters of number of tillers at 3, 4, and 5 WAP, number of perennial grains, and yield potential. The best soil amendment is often found in a combination of manure and biochar, with a yield potential of 10 tons ha-1.
PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS/GALUR PADI SERTA PERUBAHAN KESUBURAN TANAH SAWAH BUKAAN BARU AKIBAT PENGGUNAAN PEMBENAH TANAH (Muhammad Iqbal, 2023)
EVALUASI SIFAT-SIFAT FISIKO-KIMIA PADA LAHAN BUKAAN BARU DI DESA JANTHO BARU, KECAMATAN JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR (BUNAYYA ANNISA, 2026)
PENGARUH KOMPOS JERAMI PADI DAN PEMUPUKAN LENGKAP TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH SUB OPTIMAL DAN PERTUMBUHAN PADI LOKAL TIPE BARU (MUHAMMAD LUTHFY, 2022)
PENGGUNAAN BERBAGAI AMELIORAN TERHADAP PERBAIKAN SIFAT KIMIA TANAH SAWAH BUKAAN BARU DAN HASIL PADI LOKAL TIPE BARU (ROZATUL MASTURA, 2018)
RESPON APLIKASI PEMBENAH TANAH DAN PACLOBUTRAZOL PADA DUA VARIETAS PADI (ORYZA SATIVA L.) (Yella Aurelia Salsabila, 2023)