<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11598">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK METANOL DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM WIGHT.)PERTUMBUHAN KLEBSIELLA PNEUMONIA ISOLAT KLINIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aryana Debbie Three Shinta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Klebsiella pneumonia merupakan bakteri patogen yang termasuk sebagai salah satu penyebab infeksi nosokomial di lingkungan rumah sakit. Daun salam (Syzygium polyanthum Wight.) mengandung beberapa senyawa  yang memiliki aktivitas  antibakteri.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisa pengaruh konsentrasi optimum dari ekstrak metanol daun salam (S. polyanthum Wight.) yang memiliki senyawa antibakteri yang dibuktikan dengan adanya zona bening untuk menghambat pertumbuhan bakteri K. pneumonia isolat klinis. Jenis penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan dan 4 pengulangan, yaitu 4 variasi konsentrasi ekstrak daun salam 35%, 50%, 65%, dan 80% dan 2 kontrol (kontrol positif menggunakan antibiotik ciprofloxacin dan kontrol negatif menggunakan pelarut metanol). Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun salam memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan K. pneumonia yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat yang diameter rata-rata 11,5 mm pada konsentrasi 35%, 12,5 mm pada konsentrasi&#13;
50%, 8 mm pada konsentrasi 65%, dan 10,7 mm pada konsentrasi 80%. Kontrol positif ciprofloxacin memiliki diameter yang lebih besar 25 mm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Normalitas, dilanjutkan dengan ANAVA (Analisis Varian) dan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD). Berdasarkan analisis data secara statistik yang dilakukan, pengaruh konsentrasi ekstrak metanol daun salam terhadap pertumbuhan K. pneumonia tidak berbeda nyata.&#13;
&#13;
Kata kunci: Syzygium polyanthum Wight., antibakteri, Klebsiella pneumonia,&#13;
isolat klinis.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>11598</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-14 13:13:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-05-19 15:14:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>