<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115900">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH TAHUN 2021 (STUDI KASUS DI KECAMATAN DABUN GELANG, KABUPATEN GAYO LUES)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ERNA NOVITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gayo Lues tercatat sebagai daerah termiskin kedua dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh pada tahun 2021. Salah satu penyebabnya diindikasikan oleh masih banyaknya rumah yang tidak layak huni, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Gayo Lues telah melakukan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni di Kecamatan Dabun Gelang, namun dalam implementasinya terdapat masalah kesenjangan sosial dalam masyarakat serta jumlah bantuan tidak mencapai target yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi  bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Dabun Gelang dan mengetahui faktor penghambat pengimplementasian. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan publik menurut George Edward III. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek komunikasi, antara pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan terjadi komunikasi yang positif, namun informasi yang disampaikan ke kelompok sasaran atau masyarakat belum menyeluruh. Selanjutnya Sumber Daya Manusia (SDM) telah cukup memadai dalam pelaksanaan kegiatan bantuan rehabilitasi rumah layak huni, kinerja dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dalam pelaksanaan kegiatan telah terlaksana dengan baik. Dalam hal tata pekerjaan, peneliti melihat bahwa tata pekerjaan Dinas Perkim terlaksana dengan baik, mereka mengikuti SOP kegiatan yang telah ditentukan dan dilakukan oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Faktor penghambat pengimplementasian diantaranya penyampaian informasi yang belum menyeluruh kepada masyarakat, ketidakjelasan kategori masyarakat berpenghasilan rendah dalam kebijakan, dan keterbatasan anggaran yang berdampak pada jadwal pelaksanaan yang terhambat. Diharapkan Dinas Perkim dapat meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat serta meningkatkan kinerja agar implementasi kebijakan lebih tepat sasaran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115900</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-22 11:50:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-22 16:44:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>