<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115826">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI VIBRIO SP. PADA SIPUT AIR TAWAR FAUNUS ATER DI MUARA LANCOK - LANCOK KABUPATEN BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aisyah Putri Adilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Siput Faunus ater yang hidup di muara Lancok - lancok banyak dimanfaatkan sebagai salah satu makanan khas yang diminati oleh masyarakat Kabupaten Bireuen sebagai bahan baku gulai chue, yang harus bebas dari cemaran bakteri Vibrio sp.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Vibrio sp. pada Faunus ater yang hidup di muara Lancok - lancok Kabupaten Bireuen. Metode penelitian dilakukan secara observasi lapangan dan analisis laboratorium, dengan mengkoleksi sebanyak 9 ekor siput Faunus ater dimasukkan ke dalam 3 media Alkaline Peptone Water (APW), dilanjutkan pembiakan di dalam media Thiosulfate Citrate Bilt Salt Sucrose (TCBS) untuk mengamati morfologi koloni secara makroskopis, dan pewarnaan Gram untuk mengamati morfologi secara mikroskopis serta identifikasi spesies bakteri dengan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan warna pada media APW sebagai reaksi dari pertumbuhan bakteri, dan terlihat adanya pertumbuhan koloni bakteri pada media TCBS sebagai media spesifik untuk Vibrio sp. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bakteri Gram negatif berbentuk batang lurus atau batang bengkok dan berwarna merah. Secara uji biokimia, koloni bakteri yang diamati teridentifikasi sebagai bakteri Vibrio, dari spesies Vibrio cholera dan Vibrio parahaemolyticus. Berdasarkan hasil   penelitian dapat disimpulkan bahwa siput Faunus ater yang diambil di muara Lancok – lancok Kabupaten Bireuen teridentifikasi bakteri Vibrio cholera dan Vibrio parahaemolyticus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115826</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 20:39:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-22 11:53:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>