MANAJEMEN DIKLAT INSTRUKTUR UNTUK PENINGKATAN PELAUT TINGKAT IV DI POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

MANAJEMEN DIKLAT INSTRUKTUR UNTUK PENINGKATAN PELAUT TINGKAT IV DI POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI


Pengarang

Rahmat Kurnia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Zahri Harun - 195207111979032001 - Dosen Pembimbing I
Yusrizal - 195212311982031020 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2109200050004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Administrasi Pendidikan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

MANAJEMEN DIKLAT INSTRUKTUR UNTUK PENINGKATAN PELAUT TINGKAT IV DI POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI

Oleh : Rahmat Kurnia
NPM : 2109200050004

Komisi Pembimbing :
1. Prof. Dr. Cut Zahriati Harun, M. Pd.
2. Prof. Dr. Yusrizal, M. Pd.

ABSTRAK

Manajemen diklat adalah upaya yang sistematis dan terencana dalam mengoptimalkan seluruh komponen diklat untuk mencapai tujuan program secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : perencanaan program, pelaksanaan program, evaluasi program, dan hambatan program. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan penyusunan jadwal penerimaan peserta diklat, perencanaan rekrutmen instruktur, perencanaan kesiapan laboratorium, perencanaan alat simulator dan kapal latih serta perencanaa sertifikasi. Perencanaan melibatkan seluruh pihak manajemen dengan kualifikasi dan bidang masing-masing, aspek yang ingin dicapai dalam perencanaan yaitu kompetensi peserta dalam ilmu pelaut. Materi yang disusun disesuaikan dengan UUD pelaut, STCW dan Amandemen Manila 2010; (2) Pelaksanaan program menggunakan metode Hybrid, pembelajaran teori dengan tatap muka dan daring, metode daring digunakan ketika peserta berada dalam kapal dan bahkan sedang di luar negeri. Pembelajaran praktik menggunakan laboratorium, simulator dan kapal latih, kriteria instruktur yang mengajar harus memiliki sertifikat diklat tingkat III dan sudah berlayar selama dua tahun. Materi diklat mengikuti kurikulum pelaut yang sudah disusun oleh BPSDM dan disahkan oleh kementerian perhubungan laut; (3) Evaluasi dilakukan secara sistematis diawali dengan mengevaluasi kehadiran siswa, ketercapaian materi, serta melakukan ujian. Untuk hasil ujian akan dikomunikasikan dengan pihak manajemen setelah itu pihak manajemen akan memberikan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi; dan (4) Hambatan secara umum dibagi menjadi dua yaitu hambatan dari dalam dan hambatan dari luar program. Hambatan dari dalam bersifat teknis dimana sering terjadi daya listrik menurun sehingga dapat mengganggu aktifitas alat yang bersifat elektrik. Sementara hambatan dari luar secara menyeluruh tidak ada yang mengganggu berjalannya program.
Kata Kunci: Manajemen Diklat dan Peningkatan Pelaut

INSTRUCTOR EDUCATION AND TRAINING MANAGEMENT FOR LEVEL IV SEAFARER UPGRADE AT MALAHAYATI MERCHANT MARINE POLYTECHNIC Abstract (Rahmat Kurnia) Training management is a systematic and planned effort to optimize all training components to achieve program goals effectively and efficiently. The purpose of this study is to determine program planning, program implementation, program evaluation, and program barriers. The method used was qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results show that: (1) Planning is done by compiling an implementation schedule, selecting participants, ensuring instructor availability, preparing laboratories, simulators, and training vessels, and managing training acceptance and certification. Planning involves all management parties with their respective qualifications and fields. The main aspect to be achieved in planning is the competence of participants in maritime science. The training material is adjusted to the requirements of the seafarers' constitution, STCW, and the 2010 Manila Amendments; (2) The program implementation uses the Hybrid method. Theoretical learning is conducted online when participants are on board and even abroad. Practical learning takes place in laboratories, using simulators and training vessels. The criteria for instructors include possessing a level III training certificate and having sailed for two years. Training materials follow the seafarer curriculum compiled by Human Resources Development Agency (BPSDM) and approved by the Ministry of Sea Transportation; (3) Evaluation is carried out systematically, starting with evaluating student attendance, assessing material achievement, and conducting exams. The exam results are communicated to the management, who then provide follow-up based on the evaluation results; and (4) Obstacles are generally divided into internal and external categories. Internal barriers are technical in nature, often related to a decrease in electrical power, which can interfere with the activities of electrical devices. On the other hand, there are no external obstacles that hinder the running of the program. Keywords: Education and Training Management, Seafarer Upgrade

Citation



    SERVICES DESK