<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115799">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK AMPAS KELAPA SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN TAWES (BARBONYMUS GONIONOTUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rauzalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ampas kelapa merupakan sumber nabati yang berpotensi sebagai bahan baku pakan ikan, karena memiliki kandungan galaktomanan yang berfungsi sebagai prebiotik dalam pakan. Penambahan prebiotik dalam pakan dapat mempercepat pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan tawes dengan pemberian ekstrak ampas kelapa sebagai sumber prebiotik pada pakan. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juni 2023, lokasi penelitian di Laboratorium Pembenihan dan Pembiakan Ikan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 kali ulangan. Pemberian ekstrak ampas kelapa pada pakan komersil dengan menggunakan dosis yang berbeda yaitu perlakuan A (tanpa ekstrak ampas kelapa), Perlakuan B (2%/kg pakan), perlakuan C (4%/kg), perlakuan D (6%/kg), dan perlakuan E (8%/kg). Parameter yang diukur yaitu pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan berat mutlak terbaik pada perlakuan D (6%/kg pakan) sebesar 27,09 g, pengukuran panjang mutlak terbaik pada perlakuan E (8%/kg) sebesar 26,47 cm, nilai efesiensi pakan D (6%) sebesar 89,38%, Feed convertion ratio terbaik pada C (4%) sebesar 1,08 dan Survival rate berkisar antara 87,5%-100%. Penambahan ekstrak ampas kelapa dalam pakan sebagai sumber prebiotik tidak memberi pengaruh signifikan antar perlakuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115799</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 16:25:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-22 10:28:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>