Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FAKTOR KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DINAS PERKEBUNAN KABUPATEN ACEH TENGAH TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI KOPI ARABIKA
Pengarang
Wahyuni - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Afrijal - 199104182020121003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1810104010015
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Keadaan Indonesia yang sangat stabil membentuk tanah jauh lebih subur, maka dari itu cocok untuk ditanami beraneka bentuk tanaman. Salah satu model tanaman yang hidup dengan subur di Indonesia yaitu tanaman kopi, tanaman kopi adalah ragam tumbuhan yang amat banyak dilestarikan di Indonesia. Dataran Tinggi Gayo adalah satu daerah penghasil kopi arabika dan jenis kopi arabika yang dihasilkan kabupaten Aceh Tengah jauh lebih tinggi dibanding robusta. Peningkatan pada jumlah produksi kopi arabika Kabupaten Aceh Tengah merupakan bagian dari keberhasilan Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah dalam melakukan atau melaksanakan kebijakan dan program tentang kopi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan faktor keberhasilan implementasi kebijakan Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah terhadap peningkatan produksi petani kopi arabika.Teori yang digunakan adalah teori implementasi kebijakan dari George Edward III. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil yang ditemukan dilapangan menunjukkan bahwa dalam menjalankan implementasi kebijakan terhadap peningkatan produksi kopi arabika maka pemerintah dalam hal ini Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah sudah cukup baik. Sebagai pelaksana kebijakan Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah sudah mengkomunikasikan kebijakan yang dituangkan dalam program kepada petani kopi yaitu memberikan berupa bantuan langsung kepada petani dan memberikan penyuluhan yang sasarannya adalah kepada desa yang memiliki kelompok tani kopi. Dalam hal sumber daya sumber daya finansial dan sumber daya sarana prasarana dan sumber daya manusianya Dinas Perkebunan memberikan berbagai bentuk pengetahuan kepada petani melalui adanya proses turun langsung kelapangan sehingga petani akan lebih mudah memahami, memberikan berupa bantuan keperluan perbaikan tanaman kopi dan pendanaan yang meski masih minim. Selain itu rasa tanggungjawab dan kerjasama pegawai Dinas Perkebunan Aceh Tengah menjadikan kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik dan adanya pembagian tanggungjawab yang terarah dalam struktur birokrasi pada Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah. Saran dari peneliti yaitu agar kebijakan dapat terus berjalan dengan baik serta dapat terimplementasi secara menyeluruh maka perlu adanya perencanaan pengalokasian dana oleh pemerintah dan pencukupan atas tenaga penyuluh.
The geography in Indonesia, which is very stable, forms a much more fertile soil, which is therefore suitable for planting various forms of plants. One of the plant models that thrive in Indonesia is the coffee plant. The coffee plant is a variety of plant that is very well preserved in Indonesia. Gayo Highlands is an arabica coffee-producing area, and the type of arabica coffee produced by Central Aceh District is much higher than robusta. The increase in the amount of arabica coffee production in Central Aceh Regency is part of the success of the Central Aceh District Plantation Office in carrying out or implementing policies and programs on coffee. The purpose of this study is to explain the success factor of the implementation of the Central Aceh District Plantation Office policy to increase the production of arabica coffee farmers. This research uses qualitative methods, where data collection is through observation, interviews, and documentation. The results found in the field show that in carrying out the implementation of policies to increase arabica coffee production, the government, in this case the Central Aceh District Plantation Office, is quite good. As a policy implementer, the Central Aceh District Plantation Office has communicated the policies outlined in the program to coffee farmers, namely providing direct assistance to farmers and providing counseling whose target is villages that have coffee farmer groups. In terms of financial resources, infrastructure, and human resources, the Plantation Office provides various forms of knowledge to farmers through the process of going directly to the field so that farmers will more easily understand, providing assistance for coffee plant improvement needs, and providing funding, which is still minimal. In addition, the sense of responsibility and cooperation of employees of the Central Aceh Plantation Office make the policy work well, and there is a directed division of responsibilities in the bureaucratic structure of the Central Aceh District Plantation Office. The suggestion from the researcher is that in order for the policy to continue to run well and be implemented as a whole, it is necessary to plan the allocation of funds by the government and the adequacy of extension workers.
TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) PADA TANAMAN KOPI ARABIKA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Elka Mulyadi, 2019)
PERSEPSI PETANI KOPI ARABIKA TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI ORGANIK DI KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH (Achmad Rizki, 2017)
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DAN KARAKTERISTIK PETANI DALAM PENGEMBANGAN KOPI ARABIKA ORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Busra Aradi, 2025)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PERDAGANGAN BIJI KOPI BERAS ARABIKA KABUPATEN BENER MERIAH KE KOTA MEDAN (Emmia Tambarta Kembaren, 2020)
ANALISIS PRODUKSI KOPI ARABIKA PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT USAHA TANI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (AHYAL MAULIDI, 2015)