<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115706">
 <titleInfo>
  <title>RELOKASI DUA TAHAP GEMPA MIKRO SEKITAR LAPANGAN PANAS BUMI WAYANG WINDU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ithahira Nurul Sidrah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa mikro sering terjadi di sepanjang patahan aktif di sekitar gunung api dan juga di wilayah eksploitasi panas bumi. Salah satu wilayah yang sangat aktif secara seismik berada di sekitar Lapangan Panas Bumi Wayang Windu, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melokalisasi dan merelokasi gempa mikro di sekitar wilayah lapangan panas bumi Wayang Windu, serta untuk menginterpretasi penyebab terjadinya gempa mikro di sekitar wilayah kajian. Penelitian ini menggunakan data seismik yang direkam oleh 38 stasiun dengan rentang waktu dari Tahun 2013 – 2015. Lokasi awal gempa diperoleh berdasarkan penentuan waktu tiba gelombang P dan S menggunakan xquake dan HYPO71. Hasil lokalisasi awal diperoleh 1.313 event gempa yang terdistribusi di sekitar dan di luar wilayah lapangan Panas Bumi Wayang Windu.  Gempa – gempa tersebut kemudian direlokasi menggunakan Metode Coupled Velocity Hypocenter dan dilanjutkan dengan Metode Double Difference. Setelah dilakukan relokasi, terlihat perubahan pada lokasi dan kedalaman gempa yang membentuk 3 klaster gempa, yaitu klaster Garut, klaster Wayang – Windu, dan klaster Gunung Kendang. Berdasarkan distribusi gempa hasil relokasi dan hasil cross-section, ketiga klaster gempa tersebut disebabkan oleh faktor yang berbeda. Kata kunci: Panas bumi, relokasi gempa, Coupled Velocity Hypocenter, Double Differrence, Lapangan Panas Bumi Wayang Windu</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115706</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 12:56:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-22 09:53:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>