<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115674">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN NUMERASI SISWA TUNAGRAHITA DI SLBN PEMBINA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RYNANDA DWI PRAMITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rynanda Dwi Pramita (2023). Kemampuan Numerasi Siswa Tunagrahita di SLBN Pembina Provinsi Aceh.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dasar konten bilangan pada siswa tunagrahita gunanya agar dapat mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa tunagrahita di SLBN Pembina Provinsi Aceh tingkat SMP dan SMA tepatnya pada konten bilangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah siswa tunagrahita tingkat SMP dan SMA dan guru matematika. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan: 1) reduksi data; 2) penafsiran data; 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa tunagrahita tingkat SMP dan SMA masih tergolong rendah, pada penelitian ini ditemukan bahwa dari 10 siswa hanya terdapat 2 kategori yaitu sedang dan rendah saja. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan pengakuan guru dan dari hasil uraian indikator yang digunakan yaitu: 1) Pada indikator pertama subjek kemampuan numerasi kategori sedang yaitu DN dan MRA sudah memenuhi, namun masih bingung dalam mengurutkan angka secara mundur. Sedangkan pada subjek kemampuan numerasi kategori rendah yaitu MF dan SH belum dapat dikatakan memenuhi indikator ini. 2) Pada indikator kedua subjek kemampuan numerasi kategori sedang yaitu DN dan MRA. Mereka mampu memenuhi indikator terbatas pada penjumlahan dan pengurangan saja. Saat menyelesaikan soal cerita pada operasi hitung MRA dan DN memiliki kendala yaitu merasa jenuh untuk memahami permasalahan yang ada pada soal. Sedangkan subjek dengan kategori rendah yaitu MF dan SH belum memenuhi indikator yang kedua. Pembelajaran mengenai numerasi yang diajarkan oleh guru juga kurang bervariasi, sehingga menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan numerasi konten bilangan pada siswa tunagrahita.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kemampuan Numerasi, Siswa Tunagrahita, Bilangan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115674</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 11:41:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-22 08:50:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>