<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115599">
 <titleInfo>
  <title>UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA L.) PADA TIKUS PUTIH WISTAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dila Firanita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Tumbuhan Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penggunaan daun kirinyuh sebagai obat tradisional perlu dikaji batas keamanan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD50, gejala- gejala toksik, perubahan berat badan, dan perubahan jaringan organ lambung, yang muncul pada tikus putih setelah pemberian ekstrak etanol daun kirinyuh. Penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Post Test Only with Control Group Design. Uji ini menggunakan 30 ekor tikus putih galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok (kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan, tiap kelompok n=6). Kelompok kontrol diberi pakan standar, dan akuades, sedangkan kelompok perlakuan diberi pakan standar, akuades, dan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dengan dosis 600 mg/kgBB, 1200 mg/kgBB, 2400 mg/kgBB, dan 4800 mg/kgBB hanya sekali pemberian secara oral dan di amati selama 14 hari. Pengamatan mikroskopis lambung dilakukan setelah 14 hari pengamatan dengan cara hewan coba diberi anastesi dan dilakukan dislokasi leher lalu dilakukan pembedahan dan pengambilan organ lambung. Organ tersebut diproses secara preparat histologi dengan metode parafin. Pengamatan terhadap jaringan lambung dilakukan secara mikroskopis pada perbesaran 10x10 dan 10x40 dengan mengamati adanya deskuamasi, erosi, dan ulserasi epitel setelah pemberian ekstrak etanol daun kirinyuh. Hasil penelitian nila LD50 tidak terdapat adanya kematian pada hewan coba, data pengamatan gejala toksisitas dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan . Data pengamatan terhadap berat badan di analisis dengan uji Kruskal-Wallis hasil yang di dapatkan bahwa tidak mengalami penurunan berat badan. Data pengamatan mikroskopis lambung dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis, hasil menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada mukosa lambung (p= 0,076).&#13;
&#13;
Kata Kunci: Lethal Dose 50, Gejala Toksisitas, Berat badan, Mikroskopis Lambung,  Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-20 22:46:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 11:44:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>