<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115588">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PEMBERIAN VITAMIN A, IMUNISASI, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI, DAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP STUNTING ANAK USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS INGIN JAYA ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAID MUHAMMAD FARHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Stunting adalah keadaan di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan kurang jika di bandingkan dengan anak seusianya, di ukur melalui panjang atau tinggi badan dengan hasil ≤ -2 standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak. Berdasarkan data prevelensi balita stunting nasional pada 2022 menempatkan Provinsi Aceh menjadi daerah kelima tertinggi angka stunting yaitu 31,2%.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pemberian vitamin A,  imunisasi, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan orangtua serta menganalisis hubungan pemberian vitamin A, imunisasi, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan orang tua terhadap stunting pada anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Ingin Jaya Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 76 responden stunting dan 76 responden non-stunting yang diambil secara consecutive sampling pada bulan Juli 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden stunting mendapatkan vitamin A lengkap  dan responden non-stunting sebesar 85,53% mendapatkan vitamin A lengkap, responden stunting sebesar 6,58% mendapatkan imunisasi lengkap dan responden non-stunting sebesar 30,26% mendapatkan imunisasi lengkap, responden stunting 84,21% memiliki riyawat ISPA dan responden non-stunting sebesar 71,05% memiliki riyawat ISPA, responden stunting sebesar 38,54% memiliki riwayat diare dan responden non stunting sebesar 36,84% memiliki riwayat diare, mayoritas orang tua yaitu 68,42% dengan status anak stunting memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting, mayoritas orang tua yaitu 72,37% dengan status anak non-stunting memiliki pengetahuan yang cukup terkait dengan stunting serta terdapat hubungan antara pemberian vitamin A,  imunisasi, riwayat penyakit ISPA dan pengetahuan orangtua terhadap stunting. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian vitamin A,  imunisasi, riwayat penyakit ISPA dan pengetahuan orangtua berhubungan dengan kejadian stunting.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Stunting, Vitamin A, Imunisasi, Penyakit Infeksi, Pengetahuan&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115588</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-20 21:30:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 11:46:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>