<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115515">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH ASAM ASKORBAT DAN KALSITRIOL TERHADAP EKSPRESI VASCULAR CELL ADHESION MOLECULE-1 (V-CAM 1) AORTA PADA PROSES AWAL ATEROSKLEROSIS:</title>
  <subTitle>STUDI IN VIVO PADA TIKUS MODEL ATEROSKLEROSIS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dimas Arya Umara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pendidikan Dokter Spesialis-I - Jantung dan Pembuluh Darah</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pembentukan aterosklerosis melibatkan banyak hal yang menyebabkan penyakit kardiovaskular. Melekatnya monosit terjadi pada proses awal aterosklerosis di tunika intima. Vascular Adhesion Molecule-1 (VCAM-1) berperan penting dalam proses masuknya monosit melewati endotel yang menjadi prediktor awal terjadinya aterosklerosis. Vitamin C (asam askorbat) dan kalsitriol (vitamin D) merupakan antioksidan yang sering digunakan pada pasien SARS-COV2 untuk mengurangi respon inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan asam askorbat dan kalsitriol dalam menurunkan ekspresi VCAM-1 pada tunika intima di aorta tikus sebagai prediktor awal terjadinya aterosklerosis yang dilakukan secara in vivo menggunakan pewarnaan imunohistokimia. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan only post test with control grup design menggunakan tikus putih jantan Rattus norvergicus strain wistar, dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol (tikus dislipidemia dan tikus normal) dan 2 kelompok perlakuan (tikus dislipidemia dengan pemberian asam askorbat 500 mg/kgBB/hari dan tikus dislipidemia dengan pemberian kalsitriol 0,25 mcg/kgBB/hari). Jaringan aorta tikus diproses secara histoteknik dan preparat jaringan diwarnai dengan pewarnaan IHK metode avidin biotin complex peroxidase untuk mengamati perbedaan ekspresi VCAM-1 antar kelompok perlakuan berdasarkan skor intensitas. Data skor intensitas dianalisis menggunakan uji Kruskall Walis dan uji lanjut Mann Whitney U Test. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian asam askorbat dan kalsitriol secara signifikan dapat menurunkan ekspresi VCAM-1 pada tunika intima aorta tikus dislipidemia (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ATHEROSCLEROSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.136</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115515</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-20 14:43:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-17 15:56:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>