<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115504">
 <titleInfo>
  <title>UJI DAYA HASIL BEBERAPA VARIETAS CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) LOKAL ACEH DI KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ADHARIS FUDDIAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi cabai di Indonesia adalah kurang tersedianya benih varietas unggul lokal yang berkualitas dan berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil cabai keriting varietas lokal Aceh yang dibudidayakan di daerah Aceh Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cot mesjid, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat pada Desember 2022 sampai dengan Mei 2023. Varietas nasional Lado F1 digunakan sebagai varietas pembanding terhadap beberapa varietas lokal yang digunakan, yaitu varietas Perintis, Odeng, Lanyoe, Super Amando. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari empat varietas uji dan satu varietas pembanding yang diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Masing-masing satuan percobaan terdiri dari 10 sampel tanaman. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji F dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Varietas lokal yang memiliki produksi hasil terbaik adalah Perintis dan Odeng. Varietas ini lebih unggul pada karakter bobot per buah, jumlah buah pertanaman, bobot buah per tanaman dan produktivitas. Varietas Lanyoe memiliki tinggi tanaman, tinggi dikotomus dan diameter batang yang lebih besar dibandingkan varietas Perintis, Odeng dan Super Amando. Varietas Super Amando memiliki panjang daun dan lebar daun yang lebih besar dibandingkan varietas lokal Perintis, Odeng dan Lanyoe.&#13;
Kata Kunci : Hibrida, Produktivitas, Varietas Unggul&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115504</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-20 13:37:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 10:56:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>