<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115496">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG TERHADAP SERTIPIKAT HAK MILIK ATAS TANAH YANG DINYATAKAN BATAL DEMI HUKUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah Nazalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Magister Kenotariatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sertipikat hak atas tanah telah mendapatkan pengakuan dalam Undang-&#13;
Undang Pokok Agraria (UUPA), namun meskipun telah mendapatkan pengakuan&#13;
dalam UUPA sertipikat tanah belum menjamin sepenuhnya kepastian hukum bagi&#13;
pemiliknya. Hal ini dikarenakan dalam peraturan perundang-undangan&#13;
memberikan peluang kepada pihak lain yang merasa memiliki hak atas tanah&#13;
tersebut untuk mengajukan gugatan ke pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis putusan mahkamah agung terhadap objek sengketa tanah yang&#13;
dinyatakan batal demi hukum (Putusan Mahkamah Agung Nomor 2562&#13;
K/Pdt/2016, dan menganalisis akibat hukum yang ditimbulkan terhadap putusan&#13;
hakim yang menyatakan objek sengketa tanah batal demi hukum ditinjau dari PP&#13;
No 24 Tahun 1997 bagi pemegang sertipikat hak milik atas tanah.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan&#13;
pendekatan perundang-undangan (statute approach). Sumber bahan hukum&#13;
penelitian normatif bersumber dari data skunder atau data kepustakaan (Library&#13;
Research).&#13;
Hasil penelitian terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 2562&#13;
K/Pdt/2016 Terhadap Objek Sengketa Tanah Yang Dinyatakan Batal Demi&#13;
Hukum dapat diketahui bahwa terhadap perbuatan hukum yang dilakukan oleh&#13;
para tergugat dalam hal ini adalah kepemilikan sertipikat hak atas tanah yang&#13;
miliki berdasarkan jual beli adalah tidak sah dan dianggap tidak pernah ada.&#13;
Akibat Hukum yang ditimbulkan terhadap Putusan Hakim Yang Menyatakan&#13;
Objek Sengketa Tanah Batal Demi Hukum ditinjau dari Peraturan Pemerintah&#13;
Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah adalah mengakibatkan&#13;
sertipikat hak atas tanah tersebut tidak memiliki keabsahan dan kekuatan hukum&#13;
dan tidak memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi para&#13;
Tergugat yang memiliki sertipikat hak atas tanah.&#13;
Disarankan kepada pemerintah perlu memperjelas pendaftaran tanah untuk&#13;
masyarakat dengan menggunakan sistem publikasi negatif agar keabsahan&#13;
sertipikat tanah dapat dipastikan dalam kasus klaim hak milik yang dapat&#13;
dibuktikan di pengadilan. Para hakim harus lebih teliti dan bijaksana dalam&#13;
memutuskan kasus yang melibatkan hak banyak orang, terutama dalam hal hak&#13;
kepemilikan tanah. Masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menjual, membeli,&#13;
dan menguasai tanah serta dalam penerbitan sertipikat tanah untuk menjaga hak&#13;
kepemilikan mereka dengan baik.&#13;
Kata Kunci: Putusan Mahkamah Agung, Objek Sengketa Tanah, Batal Demi&#13;
Hukum</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115496</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-20 13:13:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-21 10:22:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>