<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11542">
 <titleInfo>
  <title>POLA EDDIES DI LAUT ANDAMAN DENGAN MENGGUNAKAN HAMSOM MODEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irwansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>NULL</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian mengenai “Variasi Pola Eddies Di Laut Andaman dengan Menggunakan HAMSOM Model” telah dilakukan dari Maret-November 2014. Data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari data SODA (Simple Oceanic Data Assimilation), Levitus, NCEP (National Centres of environmental prediction), topografi (ETOPO dan GEBCO). Data keseluruhan diekstrak sebagai langkah persiapan awal sebelum diolah (running) dengan menggunakan HAMSOM model. Data yang dihasilkan dari pengolahan HAMSOM ditampilkan dalam bentuk grafik atau gambar yang dapat dianalisis lebih lanjut untuk keperluan penelitian. Hasil visualisasi arus di Laut Andaman menunjukkan adanya variasi eddy, yaitu pusaran arus yang berlawanan arah jarum jam (siklon) atau searah jarum jam (anti-siklon). Adanya eddies juga didukung oleh data zeta atau tinggi rata-rata air laut (sea level surface). Perbedaan level permukaan air dalam luasan tertentu menunjukan adanya terbentuk eddy di lokasi itu. Hasil pengamatan pada tahun 2010 menunjukkan adanya variasi eddies di Laut Andaman terutama dibulan Januari - Mei di bagian barat Pulau Sumatera dengan arah putaran berlawanan jarum jam (siklon), di lokasi lain juga terbentuk eddy dengan lokasi dan karakteristik yang berbeda-beda. Eddy terbentuk karena adanya gaya dan komponen fisik lautan yang komplek terjadi di lautan, perbedaan densitas dan temperatur  menjadi salah satu penyebab terbentuknya eddy. Adanya eddy juga menjadi salah satu indikasi adanya lokasi upwelling dan downwelling di suatu perairan.&#13;
Kata Kunci: Model, HAMSOM, Eddy, arus, Upwelling, Downwelling, Laut Andaman.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>OCEANOGRAPHY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>11542</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-13 14:34:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-06-09 09:11:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>