Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PROMOSI KESEHATAN PENANGANAN STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN ACEH
Pengarang
Farah Nazila - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Rizanna Rosemary - 197505142008012021 - Dosen Pembimbing I
Nadia Muharman - 198410082014012101 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1910102010016
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Stunting merupakan ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Pengelolaan yang baik diperlukan dalam promosi kesehatan melalui media sosial agar sasaran dapat meningkatkan pengetahuan yang diharapkan dapat mengubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan media sosial dalam promosi kesehatan penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan Aceh dalam upaya penanganan stunting melalui media sosial menggunakan The Circular Model Of Some (model sirkuler media sosial) dan penghambat dalam upaya promosi kesehatan stunting di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara dengan informan dari Dinas Kesehatan Aceh dan Pengikut akun Dinas Kesehatan Aceh. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemanfaatan media sosial oleh Dinas Kesehatan Aceh belum optimal dilakukan, masih terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan dan kelemahan yang harus di perhatikan untuk bisa menargetkan angka stunting dapat turun. Informasi hoaks kesehatan menjadi penghambat dalam promosi kesehatan Dinas Kesehatan Aceh di media sosial. Dinas Kesehatan Aceh perlu merencanakan dan memaksimalkan pengelolaan pada akun media sosial agar optimal dalam penyampaian informasi kesehatan.
Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Penanganan Stunting, Media Sosial
Stunting is a serious threat that requires appropriate intervention. The Health Department, in carrying out its government responsibilities in the health sector, needs to utilize health promotion through social media to ensure that the target audience can enhance their understanding, ultimately leading to positive changes in their health-related behaviors. This research aims to understand how social media is utilized in health promotion concerning stunting intervention by Aceh Health Department through the use of Circular Model of Some (social media) and identifying barriers encountered in health promotion efforts on social media. The research employs a descriptive approach with a qualitative method, utilizing interviews with informants from the Aceh Health Department and followers of its social media accounts. The research findings the utilization of social media by the Aceh Health Department has not been carried out optimally, there are still things that need to be improved and weaknesses that must be considered to be able to target the declining stunting rate. misinformation (hoaxes) is an obstacle in the health promotion of the Aceh Health Department on social media. The Aceh Health Department needs to plan and maximize the management in social media accounts to be optimal in delivery of health-related information. Keywords: Health Promotion, Stunting Intervention, Social Media
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PENANGANAN STUNTING DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH (Novida Irma Sahara, 2023)
HUBUNGAN KEPEMILIKAN DAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI PROVINSI ACEH (ANALISIS DATA SSGI 2022) (Strinariswuri Sofi Riyadi, 2025)
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KESEHATAN KOTA BANDA ACEH DALAM MENSOSIALISASIKAN STUNTING KEPADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH (Muhammad Hilmi Bahagia, 2022)
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KESEHATAN DALAM MENANGANI KASUS STUNTING DI KABUPATEN ACEH BESAR (IRMA YANI, 2023)
TANGGUNG JAWAB PEMENUHAN HAK KESEHATAN ANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH (Maya Febrina, 2024)