<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115276">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGARUH KOMPOSISI PEREKAT EPOKSI DAN TEMPURUNG KELAPA TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL BIOKOMPOSIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARLIYANI KHATIJAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Papan partikel adalah panel buatan yang memanfaatkan limbah hasil pertanian yang mengandung selulosa. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki produksi kelapa terbesar di dunia dengan jumlah produksi kelapa di Indonesia mencapai 2,85 juta ton pada tahun 2021 menurut Badan Pusat Statistik. Sehingga, Indonesia banyak menghasilkan limbah dari produksi kelapa. Namun hingga saat ini tempurung kelapa belum digunakan secara optimal. Penelitian ini menggunakan tempurung kelapa sebagai penguat dan resin epoksi sebagai matrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi terhadap sifat fisis dan mekanis papan komposit. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan komposisi tempurung kelapa:perekat epoksi (70:30, 75:25, 80:20, dan 85:15 %vol) untuk memperoleh sifat mekanis dan sifat yang memenuhi standar pengujian ASTM. Sifat fisis berupa kerapatan, porositas, pengembangan tebal serta sifat mekanis kuat tekan diuji menggunakan standar pengujian ASTM D571-88 dan sifat mekanis (MOE dan MOR) diuji menggunakan standar pengujian ASTM D790- 03. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat mekanik menurun dengan bertambahnya komposisi tempurung kelapa. Nilai terbaik yang diperoleh untuk sifat mekanis MOR dan MOE  yaitu pada komposisi partikel tempurung kelapa dengan resin epoksi (70:30 %vol) masing-masing adalah 1,95 kgf/mm2 dan 618,29 kgf/mm2.  Sedangkan nilai kuat tekan tertinggi di peroleh pada komposisi 85:15 %vol dengan nilai sebesar 2,27 MPa. Sifat fisis menunjukkan bahwa kerapatan meningkat dengan bertambahnya komposisi tempurung kelapa. sedangkan porositas dan pengembangan tebal menurun. Hal ini di sebabkan kurangnya ruang kosong dalam papan partikel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sifat mekanis dan sifat telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh ANSI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115276</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 23:56:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-20 09:16:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>