<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115266">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA PESAN VERBAL DALAM ADAT BEGURU (ADAT ISTIADAT PRANIKAH ETNIS GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raffika Ananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap makna pesan verbal yang terdapat di &#13;
dalam adat beguru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori &#13;
semiotika Roland Barthes yang terdiri dari tataran denotatif, konotatif, dan mitos sebagai pisau &#13;
analisisnya. Teks beguru dianalisis dan dideskripsikan makna-makna yang terkandung di &#13;
dalamnya. Teks beguru terdiri dari delapan kalimat memiliki pesan-pesan yang disusun secara &#13;
sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Kalimat pertama yang berisi tentang &#13;
kewajiban orang tua dalam membesarkan, mendidik, sampai menikahkan anaknya. Kalimat &#13;
kedua menjelaskan suku Gayo sangat menghargai dan berpegang teguh pada adat istiadatnya. &#13;
Pada kalimat ketiga menjelaskan adat istiadat Gayo bersumber dari syariat Islam. Kalimat &#13;
keempat menjelaskan bagaimana suku Gayo mengatur adab dalam berjalan, melihat, duduk, dan &#13;
berbicara. Kalimat kelima terdapat sifat-sifat tercela yang harus dihindari seperti berkata kasar, &#13;
tidak mempedulikan dan mengambil hak orang lain. Kalimat keenam menjelaskan adat sumang&#13;
yang bersumber dari syariat islam yang bertujuan untuk mengatur tata cara pergaulan laki-laki &#13;
dengan perempuan. Kalimat ketujuh terdapat sifat-sifat positif dan negatif dalam perspektif &#13;
masyarakat suku Gayo yang bersumber dari tingkah laku sehari-hari masyarakat suku tersebut. &#13;
Kalimat kedelapan menjelaskan kewajiban umat Islam untuk melaksanakan perintah Allah dan &#13;
menjauhi segala larangannya. Peneliti juga menyimpulkan terdapat nilai-nilai di dalam adat &#13;
beguru ini yaitu nilai-nilai keagamaan yang meliputi amar ma’ruf nahi munkar. Nilai sosial yaitu &#13;
hubungan manusia dengan manusia lainnya seperti anjuran menjalin hubungan baik dengan &#13;
keluarga, kerabat dekat, lingkungan masyarakat serta menempatkan diri sebagai pribadi yang &#13;
baik dan toleran. Terakhir nilai adat istiadat suku Gayo yang terdiri dari larangan atau pantangan &#13;
adat seperti tata cara pergaulan laki-laki dengan perempuan (sumang), serta adab seseorang &#13;
ketika melihat, duduk, berbicara, dan berjalan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pesan Verbal, Beguru, Semiotika, Perkawinan, Budaya Gayo</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115266</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 22:07:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-20 08:58:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>