<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115240">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI OLEH HAKIM DALAM MEMERIKSA DAN MEMUTUS PERKARA KEKERASAN PADA ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuni Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 184 ayat (1) KUHAP menetapkan bahwa Visum Et Repertum merupakan salah satu alat bukti. Visum Et Repertum dapat berupa alat bukti surat yang disertai keterangan ahli untuk membuat terang sebuah perkara dan menjadi bahan pertimbangan hakim. Berdasarkan penelitian di Pengadilan Negeri Banda Aceh diketahui ada beberapa perkara Kekerasan Pada Anak yang menggunakan Visum Et Repertum dalam bentuk surat beserta keterangan ahli di tahun 2020-2021.&#13;
 	Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan peran Visum Et Repertum sebagai alat bukti yang berbentuk surat pada pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pada putusan dan dalam hal ini pada putusan-putusan yang telah inkracht yang ada di Pengadilan Negeri Banda Aceh dan melihat bagaimana pengaruh keterangan ahli serta akibat hukum bila Visum Et Repertum tidak dilampirkan.&#13;
 	Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris atau metode penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka seperti peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan pendapat para ahli atau biasa disebut dengan data sekunder.&#13;
 	Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Visum Et Repertum sebagai alat bukti surat adalah sebagai alat bukti sah yang tidak dapat digunakan tanpa didukung oleh alat bukti lainnya. Alat bukti Visum Et Repertum dalam bentuk surat bersifat bebas karena tidak mengikat seorang hakim untuk memakainya. Namun alat bukti Visum Et Repertum dapat membantu hakim untuk menyelesaikan sebuah perkara seperti dapat mengetahui lebih dalam mengenai sesuatu sehingga hal tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan hakim untuk mengambil putusan dan juga dalam hal pengadaannya Visum Et Repertum juga memiliki beberapa hambatan-hambatan&#13;
 	Disarankan meskipun Visum Et Repertum tidak bersifat mutlak dalam pembuktian perkara pidana akan tetapi untuk memperkuat keyakinan hakim, maka sebaiknya Visum Et Repertum tetap harus ada khususnya pada perkara pidana kekerasan pada anak ini yang mana objeknya adalah tubuh manusia.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115240</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 17:53:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-19 14:50:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>