<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115184">
 <titleInfo>
  <title>PERKEMBANGAN BENTUK MOTIF BORDIR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA BAET MESJID KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JIHAN ALIFIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berjudul “perkembangan bentuk motif bordir pada industri rumah tangga di desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar”. Rumusan masalah penelitian ini adalah “bagaimanakah perkembangan bentuk motif bordir Aceh pada industri rumah tangga di Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar”. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan bentuk motif bordir pada industri rumah  tangga di Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perkembangan bentuk pada motif bordir yang di teliti, ada 8 motif bordir yang mengalami perubahan bentuk secara signifikan, motif-motifnya yaitu motif taloe ie (tali air), motif puta taloe (putar tali), motif batik kacang, motif awan meucanek (awan berarak), motif subang kertan, motif pintoe Aceh (pintu Aceh), motif pucoek reubong (pucuk rebung), motif pucok paku (pucuk pakis). Perubahan yang terjadi berbeda-beda pada tiap- tiap motif, pada motif taloe ie terdapat tiga kali, pada motif puta taloe terdapat satu kali, pada motif batik kacang terdapat Sembilan kali, pada motif subang kertan terdapat empat kali, pada motif pucok reubong terdapat lima kali, pada motif awan meucanek terdapat enam kali, pada motif pintoe Aceh terdapat tiga kali, dan pada motif pucok paku terdapat dua kali perkembangan bentuk. Model tas yang dibuat juga beragam seperti tas keong, tas slempang, tas koper, dan dompet. Peralatan yang digunakan juga masih tergolong sederhana, pengrajin masih menggunakan mesin jahit manual yang penggunaannya masih menggunakan tenaga kaki. Proses pembuatan karajinan bordir dikerjakan oleh empat orang pengrajin yang masih aktif hingga sekarang. Pengerjaan kerajinan dilakukan setiap hari dan sesuai dengan orderan dari konsumen.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115184</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 13:55:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-19 09:08:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>