<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115162">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN INSTAGRAM DALAM MENJAGA RELATIONSHIP GAB (PADA DUNIA MODEL DI KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNUR HUMAIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Era digital ialah masa di mana semua manusia dapat berkomunikasi sedemikian dekat walaupun saling berjauhan, Komunikasi interpersonal di media sosial tidak selengkap komunikasi interpersonal secara tatap muka. Hal ini dikarenakan komunikasi di media sosial telah kehilangan inti dari komunikasi verbal. Namun terdapat beberapa kelemahan dari proses komunikasi yang dilakukan dengan Instagram seperti adanya relationship gab yang cukup terasa dengan relasi pertemanan remaja di dunia nyata sehari-hari. Relationship gab di media sosial pada dasarnya kerap terjadi akibat kesalahpahaman atau proses komunikasi yang tidak efektif sehingga dampaknya dapat berpengaruh terhadap relasi sosial di dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Instagram dalam menjaga Relationship Gab pada dunia model di Kota Banda Aceh, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Menggunakan teori self disclosure sebagai landasan dengan menggunakan wawancara dan observasi awal sebagai metode pengumpulan data. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dalam menjaga relationship gab pada pertemanan di dunia modeling, dapat disimpulkan Instagram menjadi media sosial yang sering informan gunakan untuk berinteraksi, hiburan dan informasi. Dimanfaatkan Instagram dengan sebaik mungkin sehingga dalam hubungan pertemanan mereka tidak mengalami adanya relationship gab. Dan hasil akhir yang di dapat dari penelitian ini, secara tidak sadar para informan menjaga relationship gab yang terjadi di dalam hubungan pertemanan mereka baik itu melalui media sosial Instagram ataupun di dunia nyata.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Instagram, Relationship Gab, Dunia Model, Teori Self Disclosure</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115162</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 12:27:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-18 16:18:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>