<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="115036">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGARUH PARTIAL SHADING TERHADAP DAYA KELUARAN SISTEM TENAGA SURYA DENGAN KARAKTERISTIK YANG BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aidil Aqsa Sh</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketidakseragaman atau mismatch pada Photovoltaic (PV) adalah salah satu faktor yang&#13;
mengakibatkan kerugian daya, yang berdampak pada efisiensi dan realibilitas sistem. Mismatch&#13;
bisa diakibatkan oleh faktor internal dan/atau eksternal. Faktor yang sering terjadi adalah&#13;
Perbedaan karakteristik I-V (arus-tegangan) pada modul yang diganti atau non identik&#13;
(internal), serta faktor yang lainnya yaitu radiasi matahari yang tidak seragam antar modul yang&#13;
disebabkan oleh bayangan atau partial shading. Kerugian daya yang diakibatkan oleh faktor&#13;
internal dan eksternal yang terjadi bersamaan inilah yang perlu diteliti selanjutnya dalam sistem&#13;
PV. Penelitian ini disimulasikan menggunakan Matlab Simulink, Digunakan konfigurasi SP&#13;
(Seri Paralel) dan TCT ( Total cross tied ) dengan jumlah 25 modul matriks 5x5, dengan kondisi&#13;
berbeda karakteristik I-V berjumlah 20% modul diganti, dengan daya maksimum yang sama.&#13;
diterapkan efek partial Shading dengan 5 skenario pola bayangan, pada Kondisi Identik dan&#13;
berbeda karakteristik I-V (DFC). Didapatkan perbandingan daya maksimum pada masingmasing kondisi. Penggunaan metode relokasi fisik Magic Square (MS) diperkenalkan sebagai&#13;
metode mitigasi kerugian daya pada saat sistem DFC. sehingga didapatkan hasil, pada skenario&#13;
Kondisi berbeda karakteristik I -V dan secara fisik direlokasi mengunakan metode Magic&#13;
Square (DFC-MS), konfigurasi TCT unggul dalam setiap skenario pola bayangan dengan losses&#13;
daya yang minimal dan nilai fill factor (FF) yang tinggi. dengan Pmax 11485,5 watt, Losses daya&#13;
1251,4 (9,8%), serta nilai FF 0,66 pada pola bayangan diagonal. Berbeda dengan konfigurasi&#13;
SP, losses daya semakin meningkat dan FF rendah di beberapa pola bayangan saat direlokasi&#13;
menggunakan metode MS.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>115036</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-15 14:59:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-15 16:36:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>