ESTIMASI SIMPANAN KARBON EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN AHMAD RHANG MANYANG DAN UJUNG PANCU KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ESTIMASI SIMPANAN KARBON EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN AHMAD RHANG MANYANG DAN UJUNG PANCU KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Wilda Ulya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maria Ulfah - 198611202014012101 - Dosen Pembimbing I
Haekal Azief Haridhi - 198712172014041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1911101010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Vegetasi lamun diajukan oleh UNEP 2009 sebagai vegetasi pesisir yang dapat mendukung konsep karbon biru. Karbon yang diserap oleh vegetasi lamun dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dan dalam jumlah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi simpanan karbon ekosistem lamun pada perairan Ahmad Rhang Manyang dan Ujung Pancu kabupaten Aceh Besar. Pengambilan data menggunakan metode transek plot untuk menilai tutupan, kepadatan, biomassa dan menggunakan perhitungan model Seagrass Carbon Converter (SCC) untuk menilai stok karbon lamun. Hasil dari penelitian ini adalah nilai penyimpanan karbon dalam tegakan dan dalam ton per hektar per tahunnya. Hasil penelitian menunjukkan tutupan lamun di perairan Ahmad Rhang Manyang bernilai 27,95 % dalam kategori miskin dan perairan Ujung Pancu bernilai 39,4 % dalam kategori sedang. Biomassa lamun dikedua perairan dan pada seluruh spesies didapatkan Below Ground Biomass (BGB) lebih besar nilainya dibandingkan Above Ground Biomass (AGB). Ditemukan tiga spesies lamun pada empat stasiun penelitian yaitu Halodule pinifolia, Halophila ovalis dan Halophila minor.Nilai cadangan karbon di Perairan Ahmad Rhang Manyang dan perairan Ujung Pancu masing-masing adalah 123,93 gram C/m2 dan 231,43 gram C/m2. Nilai penyerapan karbon di perairan Ahmad Rhang Manyang sebesar 4,16 ton karbon per hektar per tahun (TC/ha/tahun) dan Ujung Pancu sebesar 5,15 ton karbon per hektar per tahun (TC/ha/tahun). Kondisi parameter lingkungan pada kedua perairan memiliki nilai optimum yang mendukung pertumbuhan lamun.

Lamun vegetation was proposed by UNEP in 2009 as coastal vegetation that can support the concept of blue carbon. Carbon absorbed by lamun vegetation can be stored for a long period of time and in significant amounts. This research aims to estimate the carbon storage of seagrass ecosystem in the waters of Ahmad Rhang Manyang and Ujung Pancu, Aceh Besar Regency. Data collection was conducted using transect plot method to assess cover, density, biomass, and Seagrass Carbon Converter (SCC) model calculations to assess seagrass carbon stocks. The results of this study present carbon storage values in tons per hectare per year within the stands. The research findings show that lamun cover in the waters of Ahmad Rhang Manyang is 27.95%, categorized as poor, and in the waters of Ujung Pancu, it is 39.4%, categorized as moderate. Lamun biomass in both areas, and across all species, exhibits greater Below Ground Biomass (BGB) values compared to Above Ground Biomass (AGB). Three species of seagrass were found at the four research stations: Halodule pinifolia, Halophila ovalis, and Halophila minor. The carbon reserve values in the waters of Ahmad Rhang Manyang and Ujung Pancu are 123.93 g C/m2 and 231.43 g C/m2, respectively. The carbon uptake values in the waters of Ahmad Rhang Manyang are approximately 4.16 tons of Carbon/ha/year, while in Ujung Pancu, it is around 5.15 tons of Carbon/ha/year. Environmental parameter conditions in both areas have optimal values that support seagrass growt.

Citation



    SERVICES DESK