STUDI KEPADATAN FLOK PADA BUDIDAYA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KEPADATAN FLOK PADA BUDIDAYA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON)


Pengarang

Jul Aidil - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Adli Waliul Perdana - 198912122019031013 - Dosen Pembimbing I
Ichsan - 198612242014011101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1911102010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi dengan produksi udang windu (Penaeus monodon) terbesar di Indonesia. Sentral produksi udang windu di Provinsi Aceh tersebar di wilayah Peudada (Kabupaten Bireuen), Peunteud (Kota madya Lhokseumawe), Panton Labu (Kabupaten Aceh Utara) dan Idi (Kabupaten Aceh Timur). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelangsungan hidup, volume flok dan total bakteri pada budidaya udang windu. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan terhitung dari bulan Maret sampai April 2023, dilokasi Laboratorium pembenihan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangsungan hidup tertinggi udang windu yaitu pada perlakuan P3U2 dengan nilai 83,3%, volume flok tertinggi yaitu pada perlakuan P2U1 dengan nilai 4,5% dan total bakteri tertinggi terdapat pada akhir penelitian di perlakuan P3U1 dengan nilai 52000 CFU/gr. Hasil pada kelangsungan hidup dan volume flok pada budidaya udang windu tidak berpengaruh nyata dan total bakteri menunjukkan jumlah bakteri yang terdapat pada media budidaya sehingga mengetahui berapa total bakteri yang hidup.

Kata kunci: Produksi udang windu, Kelangsungan hidup, Volume flok, Total bakteri, laboratorium pembenihan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala.

Aceh Province is one of the provinces with the largest production of tiger shrimp (Penaeus monodon) in Indonesia. Tiger prawn production centers in Aceh Province are spread across the Peudada (Bireuen Regency), Peunteud (Lhokseumawe Municipality), Panton Labu (North Aceh Regency) and Idi (East Aceh Regency) areas. The purpose of this study was to maintain survival, flock volume and total bacteria in tiger shrimp culture. This research was carried out for 1 month starting from March to April 2023, at the location of the hatchery laboratory of the Faculty of Marine Affairs and Fisheries, Syiah Kuala University, Banda Aceh. The results of the research showed that the highest survival rate for tiger prawns was in the P3U2 treatment with a value of 83.3%, the highest floc volume was in the P2U1 treatment with a value of 4.5% and the highest total bacteria were found at the end of the study in the P3U1 treatment with a value of 52,000 CFU/gr. The results on survival and floc volume in tiger prawn cultivation do not have a significant effect and total bacteria shows the number of bacteria contained in the cultivation media so you know how many bacteria are alive in total keywords: Tiger prawn production, Survival, Flock volume, Total bacteria, Faculty of Maritime Affairs and Fisheries, Syiah Kuala University hatchery laboratory

Citation



    SERVICES DESK