<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114912">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN PERILAKU PEREMPUAN PEROKOK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shelly Maulidiana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak signifikan dalam hidup manusia seperti kesehatan, ekonomi, dan psikis. Sebuah penelitian mengatakan penduduk Indonesia mengalami rasa cemas dan depresi yang tinggi pada masa pandemi Covid-19. Meskipun status darurat pandemi telah dicabut, dampak yang ditimbulkan masih ada hingga saat ini, sehingga memicu perempuan menjadikan rokok sebagai pelarian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perubahan perilaku merokok perempuan di Kota Banda Aceh pada masa sebelum, selama dan setelah pandemi. Penelitian ini berlandaskan teori perubahan perilaku oleh Lawrance Green, terdapat faktor predisposisi, pemungkin serta penguat yang memengaruhi perubahan perilaku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan retrospektif pada lima orang informan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan bahaya merokok tidak memengaruhi sikap dan tindakan berhenti merokok, terutama pada masa pandemi. Sebelum pandemi, dari lima orang informan, hanya tiga informan yang aktif menggunakan rokok konvensional, satu informan menggunakan rokok elektrik dan satu merupakan perokok pasif. Saat pandemi, pemberlakuan pembatasan sosial menyebabkan pengurangan jumlah batang rokok dikarenakan tidak dapat keluar rumah. Setelah pandemi, seluruh informan mengaku mengonsumsi ganda rokok. Informan merokok karena faktor pendukung, mudahnya akses dalam membeli rokok, terlebih pada masa pandemi informan membeli rokok elektrik secara online. Faktor penguat informan merokok karena teman dan keluarga merokok serta adanya iklan yang menginformasikan rasa baru pada rokok. Saran penelitian ini adalah sebaiknya perempuan perokok untuk berhenti merokok karena perempuan merupakan madrasah utama bagi generasi yang sehat serta paparan asap rokok yang dikonsumsi perokok juga membahayakan orang yang menghirupnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114912</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 15:36:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-15 09:32:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>