<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114905">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGASI SESAR DAN GEMPA SWARM DI WILAYAH TOBA BERDASARKAN DATA SEISMIK 2021</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mustika Nadia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah Toba memiliki struktur tektonik yang kompleks dan zona seismik aktif Great Sumatra Fault (GSF) di bagian barat yang menyebabkan aktivitas seismik terus terjadi. Pada tahun 2021, gempa swarm terjadi di Wilayah Toba yang belum diketahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melokalisasi gempa swarm yang terjadi di Wilayah Toba-Samosir berdasarkan data seismik 2021, (2) merelokasi gempa swarm Toba tahun 2021 menggunakan dua metode yaitu coupled velocity hypocenter dan double difference, (3) menentukan mekanisme fokal gempa berdasarkan polaritas pertama, (4) menginterpretasi jalur sesar sekitar Danau Toba berdasarkan liniasi gempa swarm, dan (5) mengidentifikasi penyebab gempa swarm Wilayah Toba. Tim Laboratorium Gempa Bumi TDMRC USK memasang 26 temporary fairfield nodal seismometer di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir sejak Mei hingga Juni 2021 untuk merekam gempa swarm tersebut. Di sekitar Danau Toba juga sudah terpasang 14 seismometer permanen BMKG. Gelombang seismik yang terekam digunakan untuk melokalisasi gempa bumi menggunakan program HYPO71 sehingga diperoleh 336 kejadian gempa swarm yang terdistribusi di sisi barat Pulau Samosir. Gempa bumi kemudian diseleksi dengan kriteria azimuthal gap angle ≤ 180° sehingga terseleksi 317 gempa untuk direlokasi menggunakan metode coupled velocity hypocenter (VELEST) sehingga diperoleh solusi lokasi baru dan model kecepatan 1D. Relokasi lanjutan menggunakan metode double difference menghasilkan enam klaster gempa swarm yang lebih tajam dari 304 kejadian gempa. Distribusi gempa hasil relokasi membentuk sesar atau patahan aktif dan tidak membentuk pola terpusat (centralized). Interpretasi dilakukan berdasarkan distribusi gempa hasil relokasi yang dikombinasikan dengan data mekanisme fokal sehingga didapatkan enam liniasi sesar. Perhitungan mekanisme fokal menunjukkan pola normal pada Sesar Samosir – Pangururan, pola normal dan strike-slip pada Sesar Samosir – Palipi, pola strike-slip dengan komponen normal pada Sesar Toba – Silimapuluh, pola normal dan strike-slip pada Sesar Toba – Sitiotio, pola strike-slip dan thrust pada Sesar Toba – Balige, dan pola strike-slip pada Sesar Toba – Simanindo. Kami menginterpretasikan bahwa gempa swarm Toba 2021 bukan merupakan gempa vulkanik, tetapi gempa tektonik yang terjadi di sepanjang secondary fault yang teraktivasi kembali. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Sesar Sumatera, gempa swarm, relokasi, coupled velocity hypocenter, double difference, mekanisme fokal, secondary fault&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114905</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 15:13:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-15 09:20:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>