<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114897">
 <titleInfo>
  <title>KETIDAKADILAN GENDER PADA BURUH PEREMPUAN DI NAGAN RAYA (STUDI PADA PEKERJA PEREMPUAN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mursyida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berjudul “ketidakadilan gender pada buruh perempuan di Nagan Raya (studi  pada  pekerja  perempuan  di  perkebunan  kelapa  sawit)”.  penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui ketidaksetaraan  gender  pada  buruh  perempuan. Adapun  konsep  yang  digunakan  feminis  marxis  Margaret  Benston  yaitu  tentang subordinasi perempuan, penentuan informan sebanyak 12 orang, dalam penelitian informan ditentukan secara purposive sampling dengan pendekatan fenomenologi, informan dari masyarakat Kuta Kumbang. Sumber data yang diperoleh adalah data sekunder  dan  data  primer  dengan  Teknik  pengumpulan  data  berupa  observasi, wawancara  dan  dokumentasi.  Proses  analisis  dalam  penelitian  ini  adalah  tahap reduksi data,  penyajian  data,  dan  penarikan  kesimpulan.  Adapun  hasil  penelitian dari  desa  terdapat  ketidaksetaraan  gender  dari  proses  struktur  dan  kultur  yang menyebabkan perempuan didomestika dan memiliki Pendidikan yang rendah. Pada perkebunan kelapa sawit buruh perempuan mendapatkan upah rendah disebabkan oleh beban ganda yang harus dilakukan setelah bekerja menjadi buruh agar tidak menimbulkan stigma negative dari masyarakat.&#13;
Kata kunci: Buruh, Ketidakadilan Gender, Kultur, Struktur</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114897</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 14:52:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-15 08:52:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>