<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114834">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI VIRTUAL DAN KETERBUKAAN DIRI MAHASISWA DALAM HUBUNGAN JARAK JAUH DENGAN ORANG TUA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Iqbal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan zaman yang terus berkembang memiliki dampak signifikan pada dinamika keluarga, mendorong upaya orang tua untuk membentuk anggota keluarga menjadi individu yang cerdas. Banyak orang tua berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka, bahkan rela terpisah demi masa depan yang lebih baik. Dalam era komunikasi virtual yang semakin meluas, interaksi jarak jauh antara orang tua dan anak menjadi semakin umum. Namun, pertanyaan muncul mengenai bagaimana komunikasi virtual memengaruhi keterbukaan diri anak dalam hubungan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi virtual dan keterbukaan diri mahasiswa dalam hubungan jarak jauh dengan orang tua mereka. Penelitian ini menggunakan teori keterbukaan diri (Self Disclosure) dan teori CMC (Computer Mediated Communication) dalam analisisnya. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan partisipasi 158 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar melalui platform Google Forms, dan hasilnya dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel komunikasi virtual (X1) dan variabel Keterbukaan Diri (X2) secara bersama-sama (simultan) berhubungan signifikan terhadap Hubungan Jarak Jauh (Y) dengan nilai f hitung sebesar 210,524 dan signifikansi 0.000 &lt; 0.05. Hasil uji t dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel komunikasi virtual (X1) berhubungan signifikan secara parsial terhadap hubungan jarak jauh (Y) dengan nilai t hitung sebesar 6.901 t tabel 2,263 dan signifikansi 0.000 &lt; 0.05. Variabel keterbukaan diri (X2) berhubungan secara parsial terhadap Hubungan Jarak Jauh (Y) dengan nilai t hitung sebesar 10.879 t tabel 2,263 dan signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Hasil uji R Square sebesar sebesar 0.727 yang artinya hubungan variabel independen (X) terhadap variabel dependan (Y) sebesar 0,727 atau 73%, sedangkan 27% dijelaskan oleh variabel lain.&#13;
Kata kunci: komunikasi virtual, pengungkapan diri, hubungan jarak jauh, siswa, orang tua</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION IN TEACHING</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114834</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 11:26:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 11:59:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>