<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114825">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SEDIMEN PADANG LAMUN DI PERAIRAN AHMAD RHANG MANYANG DAN UJUNG PANCU KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>David Chalik Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pesisir Aceh memiliki kondisi pantai yang saling memiliki hubungan timbal balik diantaranya ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Perbandingan karakteristik kondisi sedimen sampai dengan nilai statistik perlu di lakukan di padang lamun perairan Aceh Besar untuk melihat tipe sedimen dan komponen statistik pendukung keberadaan vegetasi lamun. Metode yang digunakan dalam penentuan titik stasiun  adalah metode purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode coring dan pengambilan data lamun menggunakan metode transek plot. Lokasi penelitian berada di perairan Ahmad Rhang Manyang dan Perairan Ujung Pancu. Nilai statistik pada kedua perairan memiliki kemiripan dari nilai mz, sorting, skwnes dan kurtosis. Secara keseluruhan sedimen perairan memiliki ukuran butiran rata-rata (Mz) berkisar 2,49 – 3,25 yang tergolong dalam klasifikasi pasir halus (fine sand) dan pasir sangat halus (very fine sand). Sortasi dari yang telah dihasilkan di kedua perairan memiliki kesamaan yaitu terpilah cukup baik (Moderately well sorted) dan terpilah baik (Well sorted). Nilai kurtosis pada perairan Ahmad Rhang Manyang lapisan atas dan bawah menghasilkan jenis kurva normal (mesokortic). Nilai kurtosis pada perairan Ujung Pancu di lapisan atas berjenis kurva mendatar (platykurtic), untuk lapisan bawah mendominasi kurva runcing (leptokurtic) keatas dan menjelaskan distribusi tertentu yang mendominasi sehingga terpilah baik. Identifikasi lamun mendapatkan 3 spesies lamun di kedua perairan yaitu Halodule pinifolia dan Halophila ovalis di perairan Ahmad Rhang Manyang. Spesies yang ditemukan di Ujung Pancu adalah Halodule pinifolia dan Halophila minor. Tutupan lamun terkecil berada di stasiun 5 (Ahmad Rhang Manyang) dengan nilai 4,2 % dan tutupan lamun terbesar berada di stasiun 7 (Ujung Pancu) dengan nilai 58,3%. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Karakteristik, Tipe sedimen, Mean Grain Size, Sorting, Skewness, kurtosis, Ahmad Rhang Manyang, Ujung Pancu.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 10:56:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 10:59:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>