<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114817">
 <titleInfo>
  <title>EMPATI SISWA REGULER TERHADAP SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI SMP NEGERI 18 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riska Ulya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Bimbingan dan Konseling</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Empati merupakan kemampuan individu untuk memahami, merasakan dan menempatkan diri dengan kondisi, sudut pandang, dan perasaan orang lain dan kemudian mengekpresikan situasi dari orang tersebut dengan sikap yang tepat. Empati merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehidupan individu untuk meningkatkan perilaku positif kepada orang lain. Sehingga dengan berempati anak diajarkan untuk tidak mementingkan diri sendiri dapat membayangkan apa yang dialami pada diri orang lain dan juga dirinya sendiri serta ikut merasakan apa yang dialami oleh orang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran empati siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus sekolah inklusi SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif.   Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa reguler yang berada di SMP Negeri 18 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini  adalah siswa reguler di  sekolah inklusi memiliki empati yang baik terhadap anak berkebutuhan khusus. Gambaran empati kesepuluh responden terlihat sangat baik sesuai dengan aspek afektif dan aspek kognitif siswa. Bentuk empati yang diberikan siswa reguler kepada siswa berkebutuhan khusus yaitu lebih peka dalam memahami keadaan siswa ABK dengan segala keterbatasannya, menghargai perbedaan dan keterbatasan yang ada, dan kemudian dapat lebih menerima siswa ABK dengan menunjukkan sikap positif terhadap siswa ABK seperti bersedia bermain bersama, tidak mengejek siswa ABK,  tidak  menjauhi  siswa  ABK,  dan  membantu  siswa  ABK  yang  sedang  mengalami kesulitan, kemudian selanjutnya mampu beradaptasi dalam mengatasi perbedaan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114817</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 10:13:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-14 10:21:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>