<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114480">
 <titleInfo>
  <title>STUDI NUMERIK KEGAGALAN RODA GIGI MIRING DIGUNAKAN PADA GEARBOX OFF-ROAD 4X4</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haris Darmawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Roda gigi miring merupakan salah satu komponen utama dalam mesin yang dapat mengalami kegagalan, didesain sedemikian rupa dengan bahan yang mampu menahan beban yang kuat dan menerima putaran mesin yang cukup tinggi.  Diproduksi menggunakan baja karbon tinggi. Setelah pemakaian selama 2 tahun, roda gigi tersebut mengalami patah pada bagian permukaan akibat pembebanan yang berlebihan dan kurang pelumasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab kegagalan roda gigi miring dari off-road 4x4 dengan simulasi numerik. Pemodelan dengan menggunakan CAD dengan 2 jenis pemodelan, yaitu model tanpa cacat dan dengan cacat (retak) awal, lalu menggunakan Metode Elemen Hingga untuk mendapatkan nilai dan distribusi tegangan yang terjadi pada kedua jenis model roda gigi. Hasil simulasi tanpa cacat menunjukkan nilai faktor intensitas tegangan (KI) rata-rata 14,01 MPa.m1/2, sedangkan simulasi dengan cacat awal menunjukkan nilai faktor intensitas tegangan (KI) rata-rata 54,65 MPa.m1/2. Nilai faktor intensitas tegangan dengan cacat melewati nilai ketangguhan retak (KIC) material AISI 1080 yaitu 45,5 MPa.m1/2. Berdasarkan analisis tegangan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegagalan roda gigi miring disebabkan oleh retak awal yang merambat sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE TOOLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GEARS</topic>
 </subject>
 <classification>621.833</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114480</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-08 16:25:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-11 15:25:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>