<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114434">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  SEMIOTIK  PERTUNJUKAN  TEATER  MONOLOG  “JANGAN  TERLALU  DALAM”  KARYA  ISWADI  PRATAMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CHARNOVA DINDA NATASYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertunjukan  teater  atau  monolog  merupakan  bentuk  sarana  komunikasi  untuk  menyampaikan  pesan-pesan  tertentu  dalam  berbagai  tema  cerita  yang  isinya  berupa  realitas  sosial,  struktur  sosial,  eksplisit,  melalui  gerakan  yang  bisa  dipahami  oleh  penonton  dalam  gerakan  isyarat,  ekspresi,  gesture,  mimik  wajah,  sikap,  tanda  dan  lambang-lambang,  serta  audiovisual.  Peneliti  mengangkat  Judul  “Analisis  Semiotik  Pertunjukan  Teater  Monolog  “Jangan  Terlalu  dalam”  Karya  Iswadi  Pratama.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  bagaimana  pesan-pesan  nonvebal  yang  terkandung  dalam  pementasan  monolog  “Jangan  Terlalu  Dalam”  dengan  menggunakan  analisis  semiotika  Rolland  Barthes  berpusat  pada  pemaknaan  tanda  secara  denotasi,  konotasi  dan  mitos.  Jenis  penelitiannya  adalah  deskriptif  kualitatif  dengan  menggunakan  teknik  dokumentasi.  Data  primer  dalam  penelitian  ini  diperoleh  dari  video  yang  diunggah  pada  akun  Youtube  Teater  Muda  Berkibar  yang  berdurasi  13:32  menit  dan  terdapat  28  Scene  yang  dianalisis  oleh  penulis.  Dari  hasil  penelitian,  peneliti  menemukan  enam  bentuk  komunikasi  nonverbal  yang  meliputi  ekspresi,  gesture,  posture,  sentuhan,  vokalik,  dan  artifaktual.  Beberapa  scene  memperlihatkan  tanda  yang  memiliki  makna  kebahagiaan,  rasa  terkejut,  kecemasan,  kemarahan,  kesedihan,  kemuakan,  pengecaman,  minat,  ketakjuban,  dan  tekad.  Melalui  masing-masing  tanda  tersebut  memiliki  keterkaitan  yang  kemudian  memunculkan  makna-makna  emosi  dan  makna  yang  mengandung  kritik  sosial  kepada  orang  tua  maupun  anak.  Saran  kepada  orang  tua  yaitu  diharapkan  dapat  mengontrol  anak  dalam  penggunaan  teknologi  dengan  cara  yang  baik,  seperti  senantiasa  mendampingi  anak,  dan  bukan  langkah-langkah  yang  memaksa.&#13;
Kata  Kunci  :  Semiotika,  Monolog,  Nonverbal,  Jangan  Terlalu  Dalam&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114434</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-07 23:31:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-08 10:04:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>