<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114433">
 <titleInfo>
  <title>KANDUNGAN DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) HASIL TANGKAPAN DARI PESISIR ALUE NAGA DAN PEUDAWA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Novri Rahmazani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
	Persebaran mikroplastik di perairan Alue Naga dan Peudawa sangat membahayakan biota laut khususnya udang windu (Penaeus  monodon) yang akan masuk ke dalam rantai makanan dan menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan manusia. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dan kelimpahan mikroplastik pada udang windu yang  berasal dari perairan Alue Naga dan Peudawa, guna menganalisis karakteristik dan jenis polimer plastik.  Sampel udang windu yang dikumpulkan dari kedua lokasi penelitian dipisahkan sistem pencernaannya untuk dilarutkan dalam 20 ml H2O2 30 % selama 24 hingga 48 jam pada suhu kamar (26 ºC), kemudian disaring dan diapungkan dengan  20  ml  NaCl 30 %, didiamkan selama 48 jam dan disaring melalui kertas saring dengan diameter pori 20 mm sehingga dapat diidentifikasi dengan mikroskop binokular, kemudian dilakukan studi polimer menggunakan alat FT-IR. Rata-rata kelimpahan mikroplastik tertinggi  terdapat di perairan Peudawa sebesar 7.125 ± 3 partikel/ individu, sedangkan rata - rata kelimpahan mikroplastik di perairan Alue Naga tidak jauh berbeda secara spesifik yaitu 6.958 ± 3 partikel/individu. Mikroplastik  berukuran</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114433</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-07 23:07:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-08 09:52:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>