<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114359">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN ALAT UJI TEKAN PNEUMATIK UNTUK PENGUKURAN DEFORMASI PADA PELAT IMPLAN CALCANEUS MENGGUNAKAN METODE KORELASI CITRA DIGITAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marzuki Alkindi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan akan perangkat bantu medis teruma pelat implan semakin meningkat seiring dengan tingginya tingkat kecalakaan baik dalam berkendara maupun didunia kerja. Kontur tulang manusia yang tidak beragam dan sangat kompleks mengakibatkan kebutuhan desain perlu perhatian khusus. Salah satu jenis tulang yang sering mengalami kerusakan akibat beban aksial yang diperoleh saat kecelakan adalah tulang calcaneus, dimana fungsi tulang ini pada struktur anatomi manusia sebagai tumpuan saat beraktifitas. Perancangan pelat calcaneus perlu memperhatikan sifat-sifat mekanik seperti deformasi dan regangan. Secara umum untuk mengukur sifat mekanik ini dapat menggunakan metode kontak melalui strain-gauge dan non-kontak melalui optic.  Kekurangan metode kontak tidak kokoh menuntut pelaku biomedik mengembangkan metode pengukuran baru. Kemajuan teknologi komputer dan perangkat optic sebagai alat perekam gambar sangat membantu pengamatan dan pengukuran deformasi dan regangan. Digital Image Correlation (DIC) merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini berbasis citra dua dimensi untuk mengukur sifat mekanik pelat implan. Material uji yang digunakan berupa pelat implan stainless 316 medical-grade dengan metode pengujian three poin bending mengacu pada standar ASTM F382. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai deformasi dan regangan maksimum yang terjadi pada pelat implan calcaneus menggunakan metode DIC yang selanjutnya akan dibandingkan kembali nilai deformasi dan regangan menggunkan strain-gauge dan Finite Elemen Analisis (FEA).  Sebelum melakukan pengujian, maka dibutuhkan suatu alat uji khusus yang dapat digunakan untuk penerapan metode-metode ukur yang digunakan. Pembebanan dalam bentuk tekanan akan diberikan pada penampang replikasi uji pelat implan, dilakukan dengan variasi 0.1 – 0.6 MPa dengan lima kali pengulangan. Pengulangan pembebanan uji dilakukan sebanyak lima kali. Hasil nilai deformasi maksimum 2.678 mm pada tekanan 0.3 MPa. Sedangkan nilai regangan maksimum sebesar 0.00157 pada tekanan 0.2 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa pelat implant calcaneus tersebut hanya mampu menahan beban penekanan akibat kecelakaan dalam rentang 0.2-0.3 MPa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114359</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-07 11:31:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-07 12:13:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>