<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114325">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KRIMINALITAS DI INDONESIA PERIODE 2015-2021 MENGGUNAKAN REGRESI DATA PANEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulya Munawarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tindak kriminalitas adalah segala perbuatan yang melanggar hukum dan norma sosial, sehingga perilaku tersebut ditentang oleh masyarakat. Kriminalitas di Indonesia masih relatif tinggi apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Hal ini terlihat dari indeks kriminalitas Indonesia yang masih di atas rata-rata indeks kejahatan dunia. Untuk itu, perlu dilakukan upaya optimal untuk mengurangi angka terjadinya kriminalitas tersebut guna menekan tingkat risiko penduduk terkena tindak kriminalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model terbaik dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kriminalitas di Indonesia dengan menggunakan metode regresi data panel. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang melibatkan tingkat kriminalitas sebagai variabel dependen dengan jumlah individu sebanyak 32 provinsi di Indonesia pada tahun 2015 hingga 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang tepat untuk data tingkat kriminalitas di Indonesia ialah regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model dengan efek individu. Model dibentuk berdasarkan nilai koefisien intersep masing-masing individu serta slope parameter regresi hasil estimasi. Semakin tinggi nilai koefisien intersep pada suatu provinsi maka akan semakin tinggi angka tingkat kriminalitas pada provinsi tersebut, dan semakin kecil nilai koefisiennya maka akan semakin kecil angka tingkat kriminalitas provinsi tersebut. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kepadatan penduduk (X1) berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kriminalitas di Indonesia dengan nilai koefisien determinasi sebesar 77,51%. Sedangkan rata-rata lama sekolah (X7), tingkat pengangguran terbuka (X8), dan PDRB per kapita (X9) berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kriminalitas di Indonesia. Adapun persentase penduduk miskin (X2), indeks gini rasio (X3), angka putus sekolah SD (X4), angka putus sekolah SMP (X5), dan angka putus sekolah SMA (X6) tidak berpengaruh terhadap tingkat kriminalitas di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114325</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 22:57:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-07 10:45:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>