<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114273">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PARFUM CAIR DARI FRAGRANCE ALAMI DENGAN VARIASI KONSENTRASI MINYAK NILAM FRAKSI BERAT SEBAGAI FIXATIVE AGENT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Husna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bau badan menjadi salah satu masalah yang mengganggu aktivitas dan mempengaruhi perilaku manusia. Penggunaan parfum merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menutupi bau badan. Umumnya zat wangi yang digunakan sebagai parfum merupakan bahan sintetik, namun bahan sintetik wewangian ini diketahui mengandung neurotoxin, maupun bersifat karsinogenik. Minyak nilam fraksi berat (Hi-Grade) dapat dimanfaatkan sebagai fixative agent dalam pembuatan parfum. Tujuan penelitian ini ialah memformulasikan sediaan parfum cair dari fragrance alami yang memenuhi persyaratan mutu serta melalui parameter uji SPL dengan penggunaan konsentrasi terbaik minyak nilam fraksi berat sebagai fixative agent. Hasil analisis FT-IR memperlihatkan bahwa minyak nilam fraksi berat (Hi-Grade) mempunyai serapan O-H pada bilangan gelombang 3495.01 cm-1 yang diduga berasal dari senyawa Patchouli alcohol (C15H26O). Hasil analisis GC-MS memperlihatkan bahwa minyak nilam fraksi berat (Hi-Grade) mengandung senyawa patchouli alcohol sebesar 60,64%.  Konsentrasi minyak nilam fraksi berat (Hi-Grade) yang digunakan dalam formulasi adalah F0 (0%), F1 (0,25%), F2 (0,5%) dan F3 (0,75%). Hasil evaluasi uji organoleptik menunjukkan keempat formulasi sediaan berwarna jernih sedikit kekuningan dengan aroma dari beberapa fragrance alami yang digunakan. Hasil evaluasi homogenitas, bobot jenis, pH, spot dan stabilitas dari keempat sediaan parfum cair telah memenuhi syarat mutu sediaan yang baik. Hasil evaluasi Uji SPL (Sillage, Projection dan Longevity) keempat sediaan memiliki kemampuan sillage dalam skala kuat serta kemampuan projection yang baik. Hasil uji Longevity menunjukkan F3 memiliki ketahanan wangi yang paling lama yaitu hingga 95 jam atau hampir 4 hari, formula lainnya juga memiliki ketahanan wangi yang baik yaitu pada F0 mencapai 68 jam, F1 80 jam dan F2 mencapai 87 jam. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak nilam fraksi berat (Hi-Grade) dapat meningkatkan kemampuan fixative dari sediaan parfum. Hasil evaluasi uji iritasi menunjukkan 30 orang responden tidak mengalami gejala iritasi. Hasil evaluasi uji hedonik menunjukkan F3 memiliki kesukaan yang lebih tinggi yaitu sebesar 63.3%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114273</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 13:15:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-07 08:26:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>