<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114268">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI TATA LETAK FASILITAS SHELTER PENYULINGAN MINYAK NILAM DENGAN PENDEKATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAID FADHIL HAMZANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangatlah penting pada Shelter Penyulingan Minyak Nilam karena pekerjaan ini memiliki resiko yang cukup membahayakan. Berdasarkan hasil observasi para pekerja belum memperhatikan aspek K3 seperti tidak menggunakan APD sehingga resiko bahaya dapat muncul seperti iritasi mata, luka bakar dan cedera anggota tubuh karena belum menerapkan sistem K3 dan lingkungan kerja yang belum sesuai dengan derajat hubungan antar fasilitas sehingga jarak perpindahan material kurang optimal. Metode HIRARC digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada proses perpindahan material proses prosuksi. Perancangan tata letak baru dilakukan menggunakan software Blocplan90. Selanjutnya memperhitungkan jarak perpindahan material tata letak awal dan usulan. Penelitian ini memberikan rekomendasi pengendalian risiko terhadap potensi bahaya yang terdapat pada proses perpindahan material proses produksi dan usulan perancangan tata letak fasilitas yang baru sehingga jarak perpindahan material lebih optimal yang mengurangi resiko kecelakaan kerja. Hasil identifikasi dengan metode HIRARC diperoleh 17 potensi bahaya yang terjadi di 6 proses perpindahan material. Penilaian resiko potensi bahaya menghasilkan 1 bahaya dengan resiko ekstrim, 9 bahaya dengan resiko tinggi, 4 bahaya dengan resiko sedang, dan 3 bahaya dengan resiko rendah. Pengendalian resiko dikendalikan dengan rekomendasi alat pelindung diri, pengendalian administratif, dan pengendalian teknik. Berdasarkan software Blocplan90 didapatkan layout usulan dengan jarak perpindahan material sejauh 57,71 meter dari layout awal sejauh 68,43 meter, selisih tersebut menghemat jarak perpindahan material sejauh 10,71 meter atau sebesar 15,65 %.&#13;
&#13;
Kata kunci: Tata Letak Fasilitas, Blocplan90, Keselamatan dan Kesehatan Kerja,&#13;
Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114268</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 12:59:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 16:28:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>