<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114258">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU “CYBERLOAFING” PADA APARATUR SIPIL NEGARA DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS CYBERLOAFING PADA ASN DI DINAS KOMUNIKASI, INFORMASI DAN PERSANDIAN ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SULTHAN ATHAYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cyberloafing adalah perilaku karyawan yang menggunakan waktu kerja mereka untuk mengakses internet secara pribadi yang tidak memiliki kaitan dengan tugas pekerjaan. Penelitian tentang cyberloafing telah menjadi topik menarik karena peran internet yang semakin dominan dalam lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang perilaku cyberloafing, bentuk dan juga faktor yang mempengaruhi pada pegawai Diskominsa Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara secara langsung,observasi,serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori  tindakan  sosial  yang dikemukakan  oleh Max  Weber sebagai  pisau  analisis. Adapun empat tindakan yang dimaksud weber yaitu rasionalitas instrumental,rasionalitas nilai,afeksi dan tradisional. Dari hasil observasi dan analisis yang telah dilakukan peneliti dengan teori tindakan sosial ditemukan bahwa tindakan cyberloafing ini memiliki nilai positif maupun negatif tergantung dilakukannya sesuai dengan porsinya ataupun tidak, jika perilaku ini dilakukan secara berlebihan dampak buruk kepada karyawan maupun kantor. Setelah itu perilaku ini muncul juga ditentukan oleh kebutuhan untuk beristirahat dan refreshing dalam bekerja. Adapun motif yang mendasari pegawai untuk melakukan tindakan cyberloafing tersebut dibagi menjadi empat tipe tindakan yang dikemukan oleh Weber yang meliputi (rasionalitas Instrumental) dikatakan bahwa seorang pegawai melakukan tindakan cyberloafing ini dikarenakan hanya semata untuk mencapai tujuannya, (rasionalitas nilai) kalau pada konteks ini pegawai mengatakan bahwa cyberloafing memiliki nilai-nilai yang bersifat positif yang tersirat di dalamnya.(tindakan afeksi) di mana tindakan ini bisa muncul dikarenakan pegawai didasari oleh kondisi-kondisi yang bersifat oleh dorongan perasaan semata. dan yang terakhir tindakan tradisional dalam hal ini pegawai melakukan perilaku ini dikarenakan perilaku ini merupakan hal yang lumrah dan sudah sering terjadi pada kantor manapun.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Cyberloafing, Pegawai Negeri, Tindakan Sosial &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114258</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 12:08:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 15:57:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>