<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114225">
 <titleInfo>
  <title>PREPARASI DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPOSIT SELULOSA ASETAT-PATI CROSSLINKED GLUTARALDEHID UNTUK HEMODIALISIS KREATININ</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadira Humaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan selulosa asetat sebagai bahan dasar membran telah meluas ke berbagai&#13;
bidang, karena memiliki kekuatan mekanik dan ketahanan termal yang tinggi. Untuk&#13;
meningkatkan kinerja membran, pada penelitian ini selulosa asetat dikompositkan&#13;
dengan dengan pati yang berasal dari umbi janeng (Dioscorea hispida D.) agar diperoleh&#13;
membran dengan kinerja yang baik dan morfologi yang sesuai untuk hemodialisis&#13;
kreatinin. Pada penelitian membran dibuat dengan metode  ikat silang (crosslinking)&#13;
menggunakan agen ikat silang glutaraldehid dengan jumlah variasi yang berbeda.&#13;
Pembuatan membrann menggunakan proses inversi fasa pada pelarut dioksan dan&#13;
dimetilformamida (DMF). Hasil karakterisasi membran membran tanpa ikat silang (M1)&#13;
memiliki kuat tarik sebesar 1,56 kgf/mm&#13;
 sedangkan membran ikat silang glutaraldehid&#13;
5x10&#13;
2&#13;
-3&#13;
.  Membran M1&#13;
memiliki derajat pengembangan dan porositas sebesar 39,15 % dan 27,60 %, sedangkan&#13;
membran M4 memiliki derajat pengembangan dan porositas yang lebih baik yaitu 42,70&#13;
% dan 33,61 %.  Membran M1 terdekomposisi pada suhu 396,35 °C, sedangkan pada&#13;
membran M2 terdeteksi pada suhu 399,84 °C. Membran M1 terjadi penurunan berat&#13;
sampel sebesar 86,617% sedangkan pada membran M4 dengan pengurangan berat&#13;
sebesar 89,554%. Membran M1 memiliki nilai fluks 81,01 L/m&#13;
 mL (M4) memiliki kuat tarik yang lebih baik yaitu 5,83 kgf/mm&#13;
2&#13;
 jam, sedangkan&#13;
membran M4 memiliki nilai fluks nilai fluks 91,11 L/m&#13;
2&#13;
jam. Hasil adsorpsi kreantinin&#13;
membran M1 dan M4 mulai berkontribusi menyerap kreatinin 3,462 mg/g membran dan&#13;
4,498 mg/g membran selama 6 jam proses hemodialisis. &#13;
2 &#13;
&#13;
Kata kunci : Membran selulosa asetat-pati, ikat silang, glutaraldehid dan hemodialisis&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114225</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 19:35:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 10:00:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>