<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114196">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHAN EMPIRIS UNTUK RUMAH TINGGAL TEMBOKAN (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>GEMPA CIANJUR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Afrigis Sabra Buana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 menimbulkan dampak yang signifikan yaitu sebanyak 59.889 bangunan rumah tinggal rusak. Rumah tinggal tipikal masyarakat Indonesia adalah rumah tembokan baik terkekang maupun tidak terkekang oleh rangka beton bertulang. Tingkat kerentanan rumah tinggal terhadap gempa dapat ditinjau melalui probabilitas kerusakan yang dideskripsikan sebagai kurva kerapuhan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurva kerapuhan empiris, dimana kurva kerapuhan ini dikembangkan berdasarkan survei pasca gempa sehingga model ini dianggap lebih mewakili tipikal kerusakan rumah di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Generalized Liniear Model (GLM) dengan fungsi link logit, probit, dan complementary log-log untuk mengembangkan kurva kerapuhan seismik pada daerah Cianjur. GLM digunakan untuk menganalisis hubungan antara probabilitas terjadinya atau tercapainya kerusakan struktur dengan tingkat kerusakan (ringan, sedang, atau rusak berat) dan level intensitas suatu getaran (intensity measure, IM) yaitu parameter gempa yang dipakai dalam penelitian ini adalah Peak Ground Acceleration (PGA). Simulasi gempa Cianjur menggunakan perangkat lunak OpenQuake. Berdasarkan kurva kerapuhan seismik yang dihasilkan, model link probit memberikan probabilitas tertinggi untuk semua tingkat kerusakan pada intensitas PGA rendah yaitu antara 0,0g-0,2g dengan persentase hingga 14 % dan pada intensitas PGA sedang yaitu 0,3g dengan persentase hingga 34%. Pada intensitas PGA tinggi model link logit memberikan probabilitas tertinggi yaitu hingga 64% untuk semua tingkat kerusakan.  Sedangkan model link complementary log-log memberikan probabilitas terendah di semua intensitas PGA. Hasil ukuran kesesuaian (goodness of fit) menunjukkan model link probit dengan persentase 5,74% hingga 18,29% sehingga model link probit merupakan model terbaik karena memberikan nilai kesalahan residual standar terkecil.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114196</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 14:26:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 15:30:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>