<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114171">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI IKAN EKONOMIS PENTING HASIL TANGKAPAN PUKAT CINCIN YANG DIDARATKAN DI SENTRA NELAYAN LHOK RUKAM TAPAKTUAN, ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmatul Hayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh adalah provinsi yang berada di Barat Pulau Sumatera dengan luas wilayah pesisir pantai 1.660 km yang sangat luas bila dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di Sumatera, dan salah satu wilayah perikanan terbesar yang berada di Aceh yaitu Sentra Nelayan Lhok Rukam Tapaktuan, Aceh Selatan. Berdasarkan survei awal, nelayan yang ada di Sentra Nelayan Lhok Rukam Tapaktuan mengatakan bahwa pengelolaan dan pendataan hasil tangkapan belum terdata secara baik, termasuk jenis-jenis ikan komersial penting ap asaja yang didapat. Alat tangkap yang digunakan nelayan di Sentra Nelayan Lhok Rukam adalah pukat cincin.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis ikan ekonomis penting dari HTU (hasil tangkapan utama) dan HTS (hasil tangkapan sampingan) pukat cincin dan mengetahui komposisi jenis-jenis ikan HTU dan HTS pukat cincin di Sentra Nelayan Lhok Rukam Tapaktuan, Aceh Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey secara langsung yang meliputi data primer dan data sekunder dan wawancara nelayan secara langsung dengan jumlah responden sebanyak 5 orang nelayan. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai jual hasil tangkapan nelayan pukat cincin di Sentra Nelayan Lhok Rukam terdiri dari HTU dan HTS, hasil tangkapan utama yang memiliki nilai jual tertinggi yaitu kuwe rombeh (Alectis indica) sebesar Rp.60.000/kg dan hasil tangkapan sampingan yang memiliki nilai jual tertinggi yaitu kurisi (Nemipterus bipunctatus) sebesar Rp.45.000/kg dan selar kuning jantan (Selaroides leptolepis) sebesar Rp.45.000/kg. Sedangkan komposisi hasil tangkapan utama (HTU) nelayan terbanyak meliputi kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) yaitu sebesar 75 kg dengan persentase 43,35%, dan komposisi hasil tangkapan sampingan (HTS) nelayan terbanyak meliputi selar kuning (Selaroides leptolepis) yaitu sebesar 500 kg dengan persentase 61,80%.&#13;
Kata kunci : Ekonomis, Pukat cincin, Aceh Selatan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114171</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 11:31:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 11:50:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>