<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114154">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI GEOMETRI PAHAT DAN FLUIDA PENDINGIN TERHADAP FORMASI BURR PADA PROSES GURDI MATERIAL STAINLESS STEEL 304</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROHIL ABNUR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi geometri pahat dan fluida pendingin terhadap pembentukan burr pada proses penggurdian stainless steel 304. Pada penelitian ini digunakan mata pahat HSS (High Speed Steel) dengan diameter 5 mm, parameter yang digunakan adalah geometri mata pahat dengan variasi 118°, 125°, dan 135°, variasi fluida pendingin dromus, MQL dan tanpa fluida pendingin, serta variasi feeding 0,1, 0,12, 0,14 mm/put. Pengujian pemotongan dikerjakan dengan mesin CNC Milling Agma A-8, setiap proses pemotongan dilakukan, pahat potong diperiksa keausannya secara visual untuk mengevaluasi keausan mata pahat. Dari pengujian secara umum didapatkan bahwa parameter pemotongan sangat berpengaruh terhadap bentuk dan ketinggian burr, dimana semakin besar nilai feeding maka burr yang dihasilkan dengan variasi geometri relatif besar, dan saat diberikan fluida pendingin dromus atau MQL burr yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan tanpa fluida pendingin. Bentuk dan jenis burr yang dihasilkan dapat dibedakan dari fluida pendingin yang digunakan, saat menggunakan fluida pendingin dromus dan MQL umumnya terbentuk uniform burr, sedangkan tanpa pendingin (dry cutting) terbentuk uniform burr dan crown burr. Nilai burr tertinggi (2,51 mm) diperoleh pada penggurdian menggunakan geometri pahat 135° tanpa fluida pendingin dengan feeding 0,14 mm/put, sedangkan nilai burr terendah (0,18 mm) diperoleh pada penggurdian menggunakan fluida pendingin dromus dengan geometri pahat 135° dan feeding 0,1 mm/put, oleh karena itu, parameter inilah yang menjadi parameter ideal untuk penggurdian material stainless steel 304 menggunakan mata pahat HSS (High Speed Steel).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114154</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 00:57:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 10:53:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>