<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114145">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN BODY BUTTER MINYAK SERAI WANGI (CITRONELLA OIL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sirin Nabilah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kulit merupakan bagian terluar dari permukaan tubuh yang berperan untuk menutupi serta melindungi organ di bawahnya dari gangguan fisik ataupun kimiawi. Sinar UV menjadi salah satu penyebab kerusakan kulit karena sinar UV dapat memicu terbentuknya radikal bebas pada kulit. Minyak serai wangi merupakan salah satu minyak atsiri yang mengandung antioksidan alami sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik perawatan kulit berupa body butter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan body butter dari minyak serai wangi yang memenuhi parameter mutu sediaan, menentukan aktivitas antioksidan sediaan dan konsentrasi minyak serai wangi dalam sediaan yang memiliki aktivitas antioksidan terbaik. Metode yang digunakan adalah formulasi dan evaluasi sediaan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Nilai IC50 minyak serai wangi sebesar 18,80 ppm dan vitamin C sebesar 2,22 ppm. Konsentrasi minyak serai wangi yang digunakan dalam formulasi adalah F0 (0%), F1 (0,0036%), dan F2 (0,0054%). Hasil uji evaluasi yaitu organoleptis F0, F1, dan F2 berwarna putih tulang dengan tekstur sangat kental dan aroma dari F0 adalah khas cocoa butter, F1 dan F2 khas serai wangi, setiap formulasi sediaan homogen, uji pH F0 (5,0±0,0), F1 (5,3±0,6), dan F2 (5,3±0,6), uji daya sebar F0 (5,58±0,02), F1 (5,59±0,02), dan F2 (5,60±0,01), uji daya lekat F0 (511,64±0,42), F1 (11,64± 0,52), dan F2 (11,65±0,01), uji viskositas F0 (15.964 ±639), F1 (15.739±364) dan F2 (15.651±329), indeks iritasi setiap formula sebesar 0. Nilai IC50 sediaan F0 (175,30 ppm), F1 (90,87 ppm) dan F2 (78,01 ppm). Kesimpulan penelitian ini adalah body butter dari minyak serai wangi memenuhi persyaratan mutu sediaan, aktivitas antioksidan minyak serai wangi sangat kuat, dan aktivitas antioksidan kuat pada F2.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114145</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 21:27:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 10:01:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>