<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114133">
 <titleInfo>
  <title>KAPASITAS TARIK PELAT FERROFOAM CONCRETE DENGAN VARIASI TULANGAN WIREMESH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nabila Fairuz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan industri konstruksi yang ada di Indonesia berkembang sangat pesat. &#13;
Mengingat Indonesia merupakan negara yang sangat rawan gempa, maka &#13;
penggunaan beton ringan merupakan alternatif yang baik. Ferosemen dapat &#13;
berinovasi dengan beton ringan salah satunya beton busa yang dinamakan menjadi &#13;
ferrofoam concrete. Beton busa adalah salah satu jenis beton ringan yang &#13;
komposisinya terdiri dari semen, air, foam agent dan penambahan pozzolan 10%. &#13;
Keuntungan dari penggunaan beton ringan busa adalah kemampuannya yang tinggi &#13;
dalam memikul beban, beratnya ringan, dan mudah diproduksi. Namun kendala &#13;
yang dimiliki beton ringan adalah kuat tarik yang rendah dan bersifat getas. Maka &#13;
salah satu cara untuk mendapatkan kuat tarik yang baik ialah menambahkan &#13;
wiremesh kedalam beton ringan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui&#13;
pengaruh kuat tarik dan pola retak pada pelat ferrofoam concrete terhadap variasi &#13;
lapisan tulangan wiremesh. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik pada &#13;
pelat ferrofoam concrete yang berukuran panjang 400 mm, lebar 100 mm dan tebal &#13;
20 mm dengan menggunakan alat universal tensile testing machine. Berdasarkan &#13;
hasil penelitian kuat tekan (lampirkan difulltext) = 20,92 MPa dan kuat tarik belah (lampirkan difulltext)= 2,33 MPa. &#13;
Hasil pengujian terhadap pelat diperoleh bahwa jumlah lapisan wiremesh &#13;
mempengaruhi daktilitas dan kekuatan ferrofoam concrete yang dapat dilihat pada &#13;
saat retak awal terjadi. Beban retak awal yang terjadi pada pelat ferrofoam concrete&#13;
untuk kondisi 2 lapis wiremesh adalah 100 kg, 3 lapis wiremesh adalah 550 kg dan &#13;
4 lapis wiremesh adalah 100 kg. Beban maksimum yang mampu dipikul oleh pelat &#13;
dengan kondisi 2 lapis wiremesh adalah 550 kg, untuk 3 lapis adalah 900 kg dan 4 &#13;
lapis wiremesh adalah 1100 kg. Jumlah lapisan wiremesh juga mempengaruhi &#13;
jumlah retak yang terjadi, yaitu semakin banyak jumlah lapisan wiremesh maka &#13;
semakin banyak pula jumlah retak yang terjadi pada pelat.&#13;
&#13;
Kata kunci: Pelat ferrofoam concrete, variasi lapisan wiremesh, kapasitas tarik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114133</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 17:26:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 08:42:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>