<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114131">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEKUATAN BUTT JOINT DAN GESER CAMPURAN PEREKAT PVAC DENGAN SELULOSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TASNIM MUHAMMAD ABRAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selulosa merupakan biopolimer tersedia melimpah di bumi dan memiliki banyak keuntungan, diantaranya ramah lingkungan, biaya produksi yang rendah, dan stabilitas termal yang baik. Salah satu sumber selulosa dari tumbuhan yang memiliki kandungan tinggi adalah serat buah kapuk. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk membuat perekat alam dengan variasi komposisi selulosa dari serat buah kapuk. Pembuatan perekat selulosa dari serat buah kapuk pada penelitian ini bertujuan sebagai penelitian awal untuk mendapatkan bahan alternatif pembuatan seal dan sekaligus mengetahui kekuatan butt joint dan kekuatan geser dari bahan tersebut.  Selulosa serat buah kapuk didapat melalui proses ekstraksi yang dilakukan dengan dua proses, yaitu proses delignifikasi dan proses pemutihan (bleaching). Proses delignifikasi menggunakan metode hidrotermal alkali dengan larutan NaOH konsentrasi 5% dan proses pemutihan (bleaching) menggunakan metode hidrotermal asam dengan larutan H2O2 konsentrasi 30%. Perekat dibuat dengan mencampurkan PVAc (Polivinyl acetate) dan selulosa dengan massa pencampuran 50 g ditambahkan 10 mL pelarut berupa aquades. Spesimen perekat dibuat dengan beberapa variasi komposisi selulosa 1%, 3%, 5%, dan 8%. Kekuatan perekat diuji dengan 2 pengujian yaitu uji butt joint dan uji geser pada spesimen uji berupa kayu triplek. Hasil pengujian tersebut menunjukkan kekuatan butt joint tertinggi yaitu 779,06 Pa dengan kandungan selulosa 8% dan kekuatan terendah yaitu 406,93 Pa dengan kandungan selulosa 5%. Kekuatan geser tertinggi yaitu 159.125,40 Pa dengan kandungan selulosa 5% dan kekuatan geser terendah 94.994,90 Pa dengan kandungan selulosa 3%. Data kekuatan butt joint yang didapat, hal ini terjadi dikarenakan luas penampang pada spesimen terlalu kecil sehingga menyebabkan penurunan kekuatan. Sedangkan data kekuatan geser tidak didapat dikarenakan spesimen pengujian mengalami kerusakan pada bagian grip (pegangan) dan pada bagian luar sambungan perekat yang menyebabkan tidak terjadi pergeseran pada sambungan perekat. &#13;
Kata Kunci: Selulosa, Serat Buah Kapuk, Perekat, Polyvinyl Acetate, Kekuatan Butt Joint, Kekuatan Geser.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114131</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 17:23:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 08:33:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>