<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114115">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI PENYAKIT GLAUKOMA DENGAN MENGGUNAKAN CITRA TERMAL DAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairuzzikri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Glaukoma adalah penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf mata karena &#13;
tekanan intraokuler yang tinggi. Penyakit ini umumnya dialami oleh individu di atas &#13;
usia 60 tahun dengan gejala awal yang sulit dideteksi. Penggunaan citra termal &#13;
bertujuan untuk melihat perubahan suhu pada mata yang terjadi pada penderita &#13;
glaukoma dan orang yang tidak menderita penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
membangun model deep learning menggunakan citra glaukoma dengan menggunakan &#13;
arsitektur ResNet18, ResNet34, ResNet50, dan ResNet101. Penggunaan keempat &#13;
arsitektur tersebut bertujuan untuk membandingkan performa dalam mendeteksi &#13;
penyakit glaukoma dengan membagi citra menjadi dua kelas, yaitu kelas normal dan &#13;
kelas glaukoma. Pada arsitektur ResNet18 dan ResNet34 didapatkan hasil akurasi &#13;
sebesar 100%, sensitivity 1 dan specificity 1. Kemudian ResNet50 memiliki akurasi &#13;
99%, sensitivity 0,98, dan specificity 1. Terakhir, model ResNet101 memiliki akurasi &#13;
99%, sensitivity 1, dan specificity 0,98. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat &#13;
disimpulkan bahwa model ResNet18 dan ResNet34 merupakan model yang paling &#13;
stabil yang ditunjukkan oleh learning curve dan akurasi yang tinggi. &#13;
Keyword: Glaukoma, Convolutional Neural Network (CNN), ResNet, Citra Termal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114115</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 16:10:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 16:25:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>