SIFAT MEKANIS BETON MENGGUNAKAN LIMBAH BETON SEBAGAI AGREGAT KASAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SIFAT MEKANIS BETON MENGGUNAKAN LIMBAH BETON SEBAGAI AGREGAT KASAR


Pengarang

Rana Zakirah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abdullah - 196403211989031002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1904101010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkembangan pembangunan dalam bidang konstruksi di Indonesia paling banyak
dibangun dengan menggunakan beton. Banyaknya penggunaan beton dalam
pembangunan gedung menyebabkan kebutuhan akan material beton semakin
meningkat. Dengan meningkatnya jumlah penggunaan beton menyebabkan
peningkatan akan kebutuhan material beton yang berasal dari alam, seperti
bebatuan. Material beton yang berasal dari alam dapat digantikan dengan
penggunaan material dari sisa-sisa limbah beton. Penggunaan kembali limbah beton
untuk penggunaan beton dapat menjadi alternatif bahan beton yang
menguntungkan. Pemanfaatan kembali limbah beton ini dapat mengurangi
kebutuhan material alam terhadap pembuatan beton dan mengurangi penumpukan
sisa-sisa limbah beton. Pada penelitian ini limbah beton digunakan sebagai bahan
pengganti agregat kasar yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan beton. Benda
uji dibuat dengan variasi penggunaan limbah beton yang digunakan subsitusi
agregat kasar sebesar 0%, 50%, dan 100%. Hasil pengujian kuat tekan
menunjukkan bahwa agregat kasar 50% telah mencapai subsitusi limbah beton
optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik masing-masing sebesar 25,8
MPa dan 3,11 MPa. Beton dengan subsitusi agregat kasar sebesar 0% memiliki kuat
tekan dan kuat tarik lebih tinggi dibandingkan variasi lainnya yaitu sebesar 27,65
MPa dan 3,45 MPa. Hal ini disebabkan karena penggunaan agregat kasar dari
limbah beton mengalami penurunan kekuatan terhadap beton tanpa campuran
limbah beton. Semakin tinggi persentase campuran limbah beton maka kekuatan
beton akan mengalami penurunan.

The development of construction in Indonesia, particularly in the field of construction, has predominantly relied on the use of concrete. The widespread utilization of concrete in building construction has led to an escalating demand for concrete materials. As the use of concrete continues to rise, the requirement for natural materials, such as stone aggregates, has surged. Natural concrete materials can be substituted by utilizing waste concrete materials. The reuse of concrete waste for concrete purposes could serve as a beneficial alternative concrete material. This practice could decrease the demand for natural materials in concrete production also reducing the accumulation of concrete waste residues. In this practice, concrete waste is employed as a substitute for coarse aggregates to assess its impact on concrete strength. Test specimens with varied proportions are created of concrete waste as a substitution for coarse aggregates—0%, 50%, and 100%. The compressive strength test results indicate that a 50% coarse aggregate substitution with concrete waste has reached the optimal point, yielding compressive and tensile strengths of 25.8 MPa and 3.11 MPa, respectively. Concrete with 0% coarse aggregate substitution has higher compressive strength and tensile strength than other variations, measuring 27.65 MPa and 3.45 MPa. This is attributed to the fact that using a concrete waste mixture for coarse aggregates leads to a reduction in compressive strength as compared to normal concrete. The higher the percentage of concrete waste in the concrete mixture, will reduce the quality of its compressive strength.

Citation



    SERVICES DESK