<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114045">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FUNGSIONALISME ROBERT K MERTON TERHADAP KERUKUNAN MASYARAKAT BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. ILHAM FAJAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Toleransi yang ada di Kecamatan Lawe Sigala-gala Aceh tenggara menjadi&#13;
fenomena unik karena populasi nya yang lebih banyak beragama Kristen daripada&#13;
Islam sebagaimana wilayah Aceh pada umumnya. Meskipun secara mayoritas lebih&#13;
banyak berasal dari Kristen Protestan, akan tetapi toleransi antar agama baik dari&#13;
segi ibadah dan hubungan sosial tetap terjaga sampai saat ini. Tujuan dari penelitian&#13;
ini ialah untuk proses terbentuknya sebuah sistem yang fungsional toleransi di&#13;
Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara serta melihat proses&#13;
terbentuknya toleransi bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Metode penelitian&#13;
yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini&#13;
memakai teknik pengumpulan data diantaranya observasi, wawancara dan&#13;
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Lahirnya toleransi yang tinggi di sini&#13;
juga tidak bisa dilepaskan dari faktor sejarah Aceh tenggara yang lebih banyak dari&#13;
masyarakat pendatang dari Tanah Alas Batak membuat masyarakat Aceh Tenggara&#13;
sudah hidup dengan berbagai suku dan etnis. Selain karena faktor sejarah juga ada&#13;
fungsi-fungsi yang dirasakan oleh masyarakat Lawe Sigala-gala baik itu secara &#13;
manifest maupun secara laten. Fungsi manifest yang bisa dirasakan dari adanya &#13;
toleransi ini ialah adanya keamanan dan kenyamanan dalam beribadah, mencegah&#13;
adanya disintegrasi sosial dan adanya kebebasan pendapat mengenai keagamaan.&#13;
Selain itu juga ada fungsi laten yakni fungsi yang tidak direncanakan tetapi&#13;
dirasakan oleh masyarakat sehingga toleransi bisa langgeng di masyarakat Lawe&#13;
Sigala-gala. Adapun fungsi laten yang dirasakan oleh masyarakat ialah fungsi&#13;
peningkatan pengetahuan wawasan keagamaan, fungsi untuk menjaga hubungan&#13;
persaudaraan dan fungsi afeksi dalam hubungan sosial. Fungsi-fungsi ini kemudian&#13;
yang membuat toleransi bisa terjadi dan masih langgeng sampai saat ini.  &#13;
Kata Kunci : Agama, Fungsionalisme, Suku, Toleransi.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114045</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 10:42:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 12:12:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>